Liputanjatim.com-Rencana kedatangan mantan Imam Besar FPI Rizieq Shihab di Malang Jawa Timur kembali mendapat penolakan dari sejumlah aliansi Organisasi Masyarakat Se Malang Raya dan Jawa Timur.
Salah satu yang konsisten keras menolak kehadiran Rizieq Shihab yakni dari Ketua Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) Gus Wal, Minggu (30/8/2026).
Gus Wal menyerukan Jawa Timur dan Indonesia menolak secara tegas sosok kontroversial yang lekat dengan politik identitas dari kalangan manapun dan siapapun itu bentuk dan wujudnya.
“Kalau Rizieq Shihab bisa mengkafir-kafirkan sesama anak bangsa, maka kami juga berhak mengharamkan kehadiran para Da'i atau Pendakwah provokator yang sebenarnya adalah merupakan preman berjubah agama di Jawa Timur dan seluruh seantero negeri.
Gus Wal menekankan agar Habib Rizieq tidak diterima mendatangi suatu daerah. Pihaknya mengkhawatirkan jikalau terjadi provosi sehingga membuat masyarakat terbelah.
"Jangan sampai kerukunan dan kehidupan antar umat beragama di Jawa Timur dan Indonesia dirusak oleh pendakwah impor yang tidak paham tradisi bangsa.” tegas Gus Wal.
Ia mengatakan, masyarakat sebenarnya sudah tidak mau dengan kehadiran Habib Rizieq. Namun memaksa datang yang berpotensi terjadinya bentrokan di tengah masyarakat.
“Jika sebagian besar masyarakat sudah menolak tetapi Rizieq tetap hadir maka sama halnya mengadu domba pihak-pihak yang pro kontra. Rizieq yang dapat nama dan cuan dari acara, namun dampaknya masyarakat bentrok, yang repot aparat penegak hukum juga nantinya.” papar Gus Wal.
Gus Wal bersama PNIB meminta aparat Kepolisian khususnya aparat kepolisian untuk mempertimbangkan pemberian ijin acara yang dinilainya sebagai propaganda berkedok agama.
"Kami berharap ada pertimbangan dari Polres Kota Malang, Polda Jawa Timur dan Mabes Polri atas propaganda berkedok tabligh akbar dan pengajian akabr yahg diselenggarakan oleh kelompok sarabpatinggenah pengasong terorisme, khilafah, anarkisme radikalisme dan politik identitas, penolakan tersebut demi menjaga kondusifitas masyarakat malang, Jawa Timur dan Indonesia, terang Gus Wal.
“Kita tidak menolak acara Tabligh Akbar, yang kita tolak Rizieq-nya dan para Da'i Provokator lainya corong propaganda Khilafah, Terorisme, Anarkisme, radikalisme dan politik identitas yang merusak kebhinekaan, kesatuan dan persatuan anak bangsa. Masih banyak pendakwah lain yang lebih berkompeten daripada sosok pengasong terorisme, politik identitas dan para pelacur yang ingin membuat negara Indonesia berdasarkan khilafah yang sudah memecah belah rakyat dan bangsa Indonesia selama ini," tambah Gus Wal.
Diketahui, dalam sejumlah pamflet yang tersebar, Rizieq Shihab dijadwalkan akan melakukan tabligh akbar di Masjid As Salafiyyah, Kedungkandang Malang pada hari Senin (31/8/26).