Logo Header
Home / Jatim

Peserta Membludak, Kite Festival Surabaya 2027 Disiapkan Lebih Bergengsi

Pamela / Senin, 31 Agustus 2026 - 15:20 WIB / 20 views
Peserta Membludak, Kite Festival Surabaya 2027 Disiapkan Lebih Bergengsi

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dalam Surabaya Kite Festival 2026 yang berlangsung di Long Beach Area Selatan, Pakuwon City, Surabaya, Sabtu (29/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026). (Foto: Istimewa)

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan peningkatan skala Surabaya Kite Festival pada penyelenggaraan tahun depan.

Salah satu langkah yang dirancang yakni menaikkan total hadiah kompetisi hampir dua kali lipat menjadi Rp100 juta.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, peningkatan hadiah tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak peserta, termasuk komunitas layang-layang dari luar negeri.

Waktu pelaksanaan juga akan disesuaikan dengan kondisi angin terbaik untuk meningkatkan kualitas perlombaan.

Rencana itu disampaikan Eri setelah melihat antusiasme peserta dan masyarakat dalam Surabaya Kite Festival 2026 yang berlangsung di Long Beach Area Selatan, Pakuwon City, Surabaya, Sabtu (29/8/2026) hingga Minggu (30/8/2026).

“Alhamdulillah, festival layang-layang yang sempat vakum kini sudah kembali rutin digelar. Tahun ini diikuti peserta dari berbagai daerah hingga luar negeri seperti Malaysia, Swedia, dan Jepang,” kata Eri, Minggu (30/8/2026).

Menurutnya, terdapat pula perwakilan dari Denmark dan India yang menyatakan komitmen untuk ikut dalam festival tahun depan.

Melihat perkembangan tersebut, Eri ingin Surabaya Kite Festival tidak berhenti sebagai agenda hiburan masyarakat.

Festival itu diharapkan berkembang menjadi kompetisi layang-layang yang memiliki daya saing di tingkat internasional.

“Tahun ini total hadiahnya sekitar Rp52 juta. Tahun depan target kita alokasikan total hadiah mencapai Rp100 juta. Penyelenggaraannya akan disesuaikan dengan kondisi angin terbaik,” ujarnya.

Surabaya Kite Festival 2026 mengangkat tema “Budaya dan Kuliner”.

Kompetisi tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari 38 kelompok komunitas layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara.

Selain hadiah uang tunai, para pemenang tahun ini juga memperoleh kesempatan mengikuti festival layang-layang terbesar di India.

Kesempatan tersebut mendapat dukungan dari Konsulat Jenderal India melalui pembiayaan penuh bagi pemenang.

“Jadi, selain mendapatkan hadiah, mereka yang menang akan mendapatkan kesempatan dibiayai oleh Konsulat Jenderal India untuk berlaga di festival terbesar,” jelas Eri.

Dalam perlombaan, penilaian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi aspek teknis, desain, serta kesesuaian layang-layang dengan tema ketika masih berada di darat.

Penilaian kemudian dilanjutkan saat layang-layang diterbangkan. Juri melihat keseimbangan serta kemampuan layang-layang dalam melakukan manuver di udara.

Salah satu karya yang menarik perhatian tahun ini adalah layang-layang berbentuk Punakawan, termasuk karakter Semar dan Petruk.

Karya tersebut dinilai menjadi representasi budaya Indonesia yang memiliki karakter khas.

“Ciri khas Indonesia yang disukai di tingkat dunia adalah Punakawan. Tokoh seperti Semar dan Petruk ini unik dan tidak dimiliki negara lain, sehingga menjadi identitas budaya yang terus kita tonjolkan,” ujar Eri.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi mengatakan, kualitas kompetisi turut dijaga dengan melibatkan juri tingkat nasional.

“Tim juri yang bertugas sangat kredibel, di antaranya melibatkan perwakilan dari Museum Layang-Layang Jakarta, Ketua Persatuan Layang-Layang Jawa Timur, hingga tokoh dari Persatuan Pelayang Nasional,” kata Herry.

Dari sisi jumlah penonton, festival tahun ini juga mencatat capaian di atas target.

Pemkot Surabaya sebelumnya menargetkan sekitar 3.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan.

Namun, hingga hari kedua, jumlah pengunjung tercatat telah melampaui 5.000 orang.

“Target awal kami sebenarnya sekitar 3.000 pengunjung. Namun sejak hari pertama Sabtu kemarin hingga hari kedua ini, jumlah pengunjung tercatat sudah menembus lebih dari 5.000 orang,” ungkap Herry.

Festival tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal. Sebanyak 20 UMKM membuka lapak dan menawarkan berbagai produk kepada pengunjung di sekitar lokasi acara.

Dengan meningkatnya peserta, jumlah pengunjung, serta keterlibatan komunitas internasional, Pemkot Surabaya menargetkan Surabaya Kite Festival dapat berkembang menjadi agenda budaya dan pariwisata berskala lebih besar.

Kenaikan total hadiah menjadi Rp100 juta pada tahun depan menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya tarik kompetisi sekaligus memperluas keterlibatan komunitas layang-layang nasional dan internasional.

Tag: #Surabaya #Kite Festival #eri cahyadi #pemkot surabaya #festival #pariwisata #wisata #pakuwon mall #jatim #liputanjatim
ADVERTISEMENT
P

Pamela

Jurnalis dan Kontributor Berita LiputanJatim.com