SITUBONDO – Dukungan terhadap Emil Elestianto Dardak untuk kembali memimpin DPD Partai Demokrat Jawa Timur menguat menjelang Musyawarah Daerah (Musda) VII yang dijadwalkan berlangsung pada 28-29 Agustus 2026.
DPC Partai Demokrat Situbondo memastikan berada di barisan pendukung petahana untuk periode 2026-2031.
Ketua DPC Partai Demokrat Situbondo Janur Sasra Ananda mengatakan, hingga kini terdapat dua kandidat yang telah mendaftar ke panitia pemilihan, yakni Emil Dardak dan Wisnu Wardana.
Namun, DPC Demokrat Situbondo telah menentukan sikap untuk mendukung Emil.
“Sampai saat ini yang mendaftar ke panitia ada dua orang, yaitu Mas Emil dan Wisnu Wardana. Namun, sikap kami sudah jelas mendukung Mas Emil. Tampaknya Mas Emil Dardak juga mendapat dukungan yang sangat besar dari daerah lain,” ujar Janur, mengutip Faktual News, Selasa (25/8/2026).
Menurut Janur, dukungan tersebut tidak hanya disampaikan secara lisan.
DPC Demokrat Situbondo telah menyerahkan surat dukungan secara tertulis sebagai bentuk komitmen organisasi terhadap Emil Dardak.
“Kami sudah menyampaikan dukungan untuk Mas Emil secara tertulis,” tegasnya.
Janur menilai Emil memiliki rekam jejak dalam memimpin dan membangun konsolidasi Partai Demokrat di Jawa Timur.
Karena itu, ia menyebut dukungan dari sejumlah DPC terus mengalir menjelang pelaksanaan Musda.
Ia bahkan mengklaim sekitar 70 persen DPC Demokrat di Jawa Timur telah menyerahkan surat dukungan kepada Emil.
Jumlah tersebut, menurutnya, masih berpotensi bertambah seiring dengan munculnya aspirasi dari daerah lain.
“Kami melihat semangat konsolidasi internal Demokrat Jawa Timur saat ini sangat kuat. Hingga sekarang, sekitar 70 persen DPC di Jawa Timur telah menyerahkan surat dukungan, dan angka ini terus bertambah seiring mengalirnya aspirasi dari berbagai daerah,” ungkap Janur.
Dengan peta dukungan tersebut, Janur optimistis Emil Dardak menjadi kandidat dengan posisi paling kuat dalam Musda VII Demokrat Jatim.
Ia menilai dukungan dari mayoritas daerah menunjukkan adanya keinginan agar kepemimpinan di tingkat provinsi segera memiliki kepastian.
Menurutnya, percepatan konsolidasi juga diperlukan agar kepengurusan baru DPD Demokrat Jatim dapat segera bekerja menjalankan agenda organisasi serta memperkuat koordinasi dengan seluruh DPC.
“Semakin cepat Musda digelar, semakin cepat pula kepengurusan baru terbentuk untuk menjalankan agenda organisasi, termasuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan seluruh DPC di Jawa Timur,” imbuhnya.
Janur berharap seluruh tahapan Musda VII Demokrat Jatim dapat diselesaikan sebelum pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrat yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
“Kami berharap, sebelum Rakernas Partai Demokrat bulan September depan, struktur kepengurusan inti DPD Partai Demokrat Jawa Timur sudah resmi terbentuk,” pungkasnya.