KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Nasional 05 Aug 2026, 11:13 WIB

Soroti Sanitasi Pesantren, Gus Muhaimin Launching 10.000 MCK Seluruh Indonesia

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin resmi meluncurkan Program 10.000 MCK untuk pondok pesantren di seluruh Indonesia. Program tersebut diluncurkan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).

P

Pamela

Jurnalis LiputanJatim

1 Pembaca
Soroti Sanitasi Pesantren, Gus Muhaimin Launching 10.000 MCK Seluruh Indonesia

Liputanjatim – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin resmi meluncurkan Program 10.000 MCK untuk pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Program tersebut diluncurkan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).

Program 10.000 MCK menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kualitas sanitasi dan lingkungan pendidikan pesantren.

Penyediaan fasilitas MCK yang layak diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan nyaman bagi para santri.

Peluncuran program dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri KH Saeful Uyun, puluhan pengasuh pesantren dari sejumlah wilayah di Jawa Barat, serta ratusan pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti kegiatan secara virtual.

Dalam sambutannya, Gus Muhaimin mengapresiasi Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) yang dinilai terus menghadirkan program konkret untuk mendorong kemajuan pesantren.

Ia menyebut Program 10.000 MCK merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar pesantren yang selama ini masih menghadapi keterbatasan fasilitas sanitasi.

"Alhamdulillah, hari ini FPTP memulai langkah konkret untuk pesantren. Saya salut karena belum lama ini FPTP sukses menggelar Ijtima Ulama yang diikuti ratusan ulama dari seluruh Indonesia, dan hari ini menghadirkan program yang sangat strategis, yaitu pembangunan MCK untuk pesantren," ujar Gus Muhaimin.

Menurut Gus Muhaimin, persoalan sanitasi tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Lingkungan yang sehat menjadi salah satu faktor penting agar para santri dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal.

Ia mengibaratkan kesehatan dan kualitas lingkungan sebagai bagian dari mata rantai yang mendukung seseorang dalam menuntut ilmu.

"Kita tahu pangkal kemajuan itu adalah ilmu. Kita tahu mencari ilmu itu di pesantren. Kita tahu syarat mendapatkan ilmu adalah sehat, dan syarat sehat adalah lingkungan yang baik. Yang paling pokok adalah bagaimana MCK dipenuhi dengan standar yang memadai," tegasnya.

Soroti Keterbatasan MCK di Pesantren

Gus Muhaimin mengatakan masih banyak pesantren di Indonesia yang menghadapi persoalan keterbatasan fasilitas sanitasi.

Bahkan, terdapat pesantren dengan jumlah santri mencapai ribuan orang tetapi fasilitas MCK yang tersedia masih sangat terbatas.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya gerakan bersama untuk memperbaiki fasilitas sanitasi di lingkungan pesantren.

"Rasionya sangat tidak rasional. Ada pesantren dengan ribuan santri tetapi MCK-nya hanya 40, 50, atau 100. Itu sudah jauh dari memadai. Karena itu kepedulian terhadap sanitasi pesantren harus menjadi gerakan bersama," katanya.

Ia menilai pembangunan 10.000 MCK tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pesantren, kata Gus Muhaimin, memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa. Karena itu, peningkatan kualitas lingkungan pendidikan perlu mendapat perhatian seiring dengan upaya meningkatkan mutu pembelajaran.

Program tersebut juga dinilai sejalan dengan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong transformasi bangsa melalui penguatan pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

PKB Tegaskan Komitmen untuk Pesantren

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PKB sekaligus Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan komitmen PKB untuk terus memperjuangkan kepentingan pesantren.

Cucun mengatakan keberpihakan terhadap pesantren merupakan bagian dari amanat perjuangan PKB yang harus dijaga oleh seluruh kader, terutama mereka yang mendapat mandat sebagai pejabat publik maupun anggota legislatif.

"Kehadiran saya di sini bukan semata sebagai Wakil Ketua DPR RI, tetapi saya hadir bersama sejumlah anggota DPR sebagai kader PKB, partai yang dilahirkan dari rahim pesantren," ujar Cucun.

Menurut Cucun, Gus Muhaimin secara konsisten mengingatkan kader PKB agar tidak melupakan pesantren di mana pun mereka menjalankan tugas.

Ia menyebut pesantren bukan hanya menjadi bagian penting dalam perjalanan PKB, tetapi juga merupakan salah satu basis pendidikan dan pembentukan karakter masyarakat.

"Gus Muhaimin selalu berpesan kepada para muharrik PKB, ke mana pun ditugaskan, di mana pun berada, jangan pernah melupakan pesantren. Perjuangkan aspirasi rakyat, dan yang paling utama adalah menjaga pesantren karena pesantren adalah tempat kita dibesarkan," tuturnya.

Melalui Program 10.000 MCK, PKB bersama FPTP berharap persoalan sanitasi di lingkungan pesantren dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.

Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan fasilitas sanitasi yang lebih layak sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman bagi para santri.

Dengan perbaikan fasilitas dasar tersebut, pesantren diharapkan semakin mampu menjalankan perannya dalam mencetak generasi santri yang sehat, unggul, dan berkontribusi terhadap kemajuan sumber daya manusia Indonesia.

Bagikan informasi ini: