KILAS JATIM 15 Aug 2026
Logo
Kembali ke Beranda
Nasional 13 Aug 2026, 17:11 WIB

WNI Jadi Korban Serangan Houthi, DPR RI Desak Pemerintah Terbitkan Travel Warning

P
Pamela Jurnalis LiputanJatim
14 Pembaca

JAKARTA – Pemerintah didesak segera meningkatkan perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada maupun hendak bepergian ke kawasan konflik di Timur Tengah menyusul serangan terhadap kapal kargo MV Tihamah di perairan Yaman yang menewaskan seorang WNI.

Desakan tersebut disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Iman Sukri. Ia meminta pemerintah menerbitkan peringatan bepergian (travel warning) bagi WNI yang akan menuju Yaman serta wilayah konflik lainnya di Timur Tengah.

“Kami berduka cita atas meninggalnya satu WNI akibat serangan terhadap kapal MV Tihamah di Yaman. Kami meminta pemerintah segera mengeluarkan travel warning ke Yaman dan wilayah konflik lain di Timur Tengah bagi WNI mengingat situasi keamanan di wilayah tersebut semakin berisiko,” kata Iman dalam keterangannya yang dikutip Parlementaria di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

MV Tihamah diketahui membawa 11 awak kapal yang terdiri dari delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI.

Berdasarkan laporan Reuters, serangan tersebut mengakibatkan empat awak kapal meninggal dunia, masing-masing tiga warga Pakistan dan satu WNI.

Iman menilai insiden tersebut menunjukkan semakin tingginya ancaman terhadap keselamatan warga sipil, termasuk para pelaut Indonesia yang bekerja di kawasan perairan Timur Tengah.

Menurut politikus Fraksi PKB tersebut, keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama negara, terutama ketika aktivitas pelayaran berlangsung di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan keamanan tinggi.

“Serangan terhadap kapal sipil menunjukkan risiko nyata bagi WNI, baik yang bekerja sebagai awak kapal maupun yang melakukan perjalanan ke kawasan tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan, penerbitan travel warning tidak semata-mata dimaksudkan untuk membatasi mobilitas masyarakat.

Kebijakan tersebut diperlukan sebagai langkah pencegahan agar WNI dapat mengetahui dan mempertimbangkan potensi bahaya sebelum melakukan perjalanan ke wilayah konflik.

“Apalagi saat ini situasi di Selat Hormuz maupun perairan di wilayah Timur Tengah kian memanas seiring konflik AS-Israel yang tak kunjung berakhir,” kata Iman.

Selain mengeluarkan peringatan perjalanan, Iman meminta Kementerian Luar Negeri bergerak cepat menangani WNI yang terdampak serangan MV Tihamah.

Pemerintah, kata dia, harus memberikan perhatian penuh kepada WNI yang selamat, termasuk memastikan korban yang terluka memperoleh perawatan serta pendampingan yang memadai.

Di sisi lain, proses pemulangan jenazah WNI yang meninggal dunia juga diminta segera dilakukan dengan memastikan seluruh hak korban dan keluarganya terpenuhi.

“Kami meminta pemerintah memastikan seluruh kebutuhan korban terpenuhi, baik perawatan bagi WNI yang terluka, pendampingan bagi yang selamat, maupun proses pemulangan jenazah ke Indonesia. Negara harus hadir dan memastikan hak-hak WNI yang menjadi korban terpenuhi,” pungkasnya.

Bagikan informasi ini: