Logo Ruang Redaksi
Kembali ke Beranda
Ekonomi 15 Aug 2026, 16:01 WIB

Kampus UMKM Shopee Jatim di Malang Jadi Rumah UMKM, Dekranasda Sambut Positif

A
Administrator Redaksi Jurnalis LiputanJatim
19 Pembaca

MALANG, Liputanjatim.com — Kehadiran Kampus UMKM Shopee untuk wilayah Jawa Timur yang berada di Kota Malang mendapat sambutan positif dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak.

Arumi yang juga hadir dalam peresmian Kampus UMKM Shopee pada Selasa (12/4/2022), mengaku senang dengan hadirnya fasilitas tersebut sebagai wadah bagi pelaku UMKM di Jawa Timur.

Menurut Arumi, keberadaan Kampus UMKM Shopee di Kota Malang membuat pelaku UMKM Jawa Timur memiliki rumah untuk mengembangkan usaha, khususnya dalam aspek pemasaran dan perdagangan melalui ekosistem digital.

“Saya senang sekali karena dengan keberadaan Kampus UMKM Shopee Malang ini berarti UMKM Jatim sekarang telah memiliki rumah, dan tidak semata-mata hanya menjadi binaan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Timur Saja,” ungkap Arumi.

Dengan keberadaan Kampus UMKM Shopee, ia berharap UMKM di Jawa Timur memiliki wadah untuk mengembangkan sektor e-commerce, mulai dari hulu hingga hilir.

“Biasanya kami di Dekranasda Jawa Timur memiliki quality control produk UMKM termasuk bagaimana perijinan, sertifikasi seperti BPOM, HAKI, Branding dan lain sebagainya dari kami, tetapi sekarang kami ada yang menyambut dan membantu di sisi marketing dan juga pemasarannya langsung yakni Shopee,” ujar Arumi.

Arumi berharap keberadaan Kampus UMKM Shopee Malang dapat mendorong terjalinnya kerja sama yang baik demi kemajuan dan kemanfaatan para pelaku UMKM di Jawa Timur dari hulu hingga hilir.

Bisa Jangkau UMKM di Seluruh Jawa Timur

Terkait keberadaan Kampus UMKM Shopee yang berada di Malang dan diharapkan mampu menjangkau pelaku UMKM dari seluruh Jawa Timur, Arumi mengatakan pembelajaran secara tatap muka memungkinkan dilakukan seiring dengan situasi yang mulai memberikan banyak kelonggaran.

Menurutnya, pelaku UMKM dari luar Malang juga berpeluang mengikuti pembelajaran secara langsung di Kampus UMKM Shopee.

“Kondisi saat ini telah memungkinkan adanya cakupan program termasuk anggaran untuk pembelajaran tatap muka. Dan jika bisa offline rasanya akan lebih optimal penyerapan pembelajarannya mengingat ada materi praktik dan lain sebagainya,” ujar Arumi Bachsin Emil Dardak.

Gratis, Ada Pelatihan hingga Pendampingan

Sementara itu, Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Handhika Jahja, dalam sambutannya sebelum pembukaan Kampus UMKM Shopee Malang menjelaskan sejumlah fasilitas yang disiapkan untuk para pelaku UMKM.

Salah satu fasilitas utama yang diberikan adalah pelatihan bagi pelaku UMKM, terutama untuk membantu mereka masuk dan berkembang di ekosistem perdagangan online.

“Jadi onboarding pelatihan ya, bagaimana cara para pelaku UMKM ini dapat membuka toko online dan mulai berjualan online, kemudian ada fasilitas ruang pelatihan dengan kapasitas 40 orang untuk satu kelasnya dengan pemberian modul-modul dari awal hingga akhir. Ada juga modul, pelatihan dan praktik untuk membuat foto produk, cara membuat deskripsi produk, cara branding, cara pemasaran, cara menggunakan iklan dan lain sebagainya. Jadi tahap pertama adalah training,” ungkap Handhika.

Berbagai fasilitas pelatihan, baik teori maupun praktik, yang diberikan di Kampus UMKM Shopee Malang tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di Jawa Timur secara gratis.

“Jadi kita harap para UMKM dapat selalu berkembang bersama Shopee, dimana selain pelatihan, pembinaan dan pendampingan, Shopee juga menyiapkan hingga sektor pendanaan bagi para pelaku UMKM untuk pengembangkan usahanya. Hal ini merupakan bagian dari upaya membanjiri marketplace dengan produk-produk lokal Indonesia sebagaimana instruksi dari Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu yang lalu,” pungkas Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Handhika Jahja.

Kehadiran Kampus UMKM Shopee Jawa Timur di Kota Malang tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pengembangan UMKM, tidak hanya melalui peningkatan kualitas produk, tetapi juga dari sisi branding, pemasaran, perdagangan digital hingga akses pendanaan.

Bagikan informasi ini: