Lantik Pengawas dan Kepala Sekolah, Bupati Bondowoso Tekankan Peningkatan Mutu Pendidikan
Liputanjatim.com - Pemerintah Kabupaten Bondowoso menempatkan peningkatan kualitas pendidikan sebagai salah satu perhatian penting. Hal itu ditegaskan Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, saat melantik dan memutasi sejumlah Pengawas Sekolah serta Kepala Sekolah Kabupaten Bondowoso di Pendopo Raden Bagus Asra pada Kamis (13/8/2026).
Pelantikan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai pergantian jabatan, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong perubahan dan peningkatan mutu pendidikan di masing-masing satuan pendidikan.
Bupati Bondowoso yang akrab disapa dengan Ra Hamid tersebut menegaskan, pendidikan merupakan fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Karena itu, Kepala Sekolah memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam memastikan proses transformasi pendidikan berjalan nyata di satuan pendidikan.
“Pelantikan, mutasi, dan promosi yang dilaksanakan hari ini bukan sekadar rotasi administratif atau seremoni formalitas semata. Ini adalah bentuk kepercayaan, penyegaran organisasi, serta amanah besar yang dititipkan oleh pemerintah dan masyarakat,” tegas Ra Hamid.
Ia meminta Kepala Sekolah tidak hanya menjalankan fungsi administratif. Mereka harus mampu menjadi pemimpin pembelajaran, inovator, sekaligus penggerak peningkatan mutu pendidikan.
“Jadilah pemimpin pembelajaran dan pengawal mutu. Dorong guru-guru untuk terus berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta fokus pada peningkatan mutu pembelajaran dan tumbuh kembang peserta didik,” pesan Ra Hamid.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, lingkungan sekolah juga menjadi perhatian. Bupati meminta para Kepala Sekolah menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif dan berkarakter.
Sekolah, kata dia, harus menjadi ruang yang terbebas dari perundungan, kekerasan fisik maupun verbal serta diskriminasi.
Pengelolaan anggaran sekolah juga tidak luput dari perhatian. Penggunaan anggaran, termasuk dana BOS, harus dilakukan secara transparan, akuntabel dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam menjalankan tugas, para Kepala Sekolah juga diminta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Kemajuan pendidikan, menurutnya, tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi membutuhkan dukungan komite sekolah, orang tua, pemerintah desa atau kelurahan, dunia usaha dan masyarakat.
Sementara itu, proses pengusulan para Kepala Sekolah yang dilantik telah melalui tahapan administrasi dan pemetaan yang cukup panjang. Proses tersebut dilakukan mulai dari Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SI ASN), Sistem KSPSTK, verifikasi Badan Kepegawaian Negara (BKN), hingga proses melalui sistem i-MUT BKPSDM.
Untuk pelantikan kali ini, sebanyak 16 Persetujuan Teknis (Pertek) telah diterbitkan.
Proses tersebut mempertimbangkan kebutuhan satuan pendidikan, kualifikasi, kompetensi, rekam jejak, administrasi kepegawaian hingga kesesuaian calon dengan kebutuhan organisasi.
Bagi Kepala Sekolah yang mendapat mutasi, Ra Hamid meminta agar tempat tugas baru dijadikan momentum membawa energi dan gagasan segar. Sedangkan bagi mereka yang mendapat promosi, kepercayaan tersebut harus dibuktikan melalui kinerja dan prestasi nyata.
“Jadikan tempat tugas yang baru sebagai ladang pengabdian dan penyegaran ide-ide baru. Bagi yang menerima promosi, buktikan bahwa kepercayaan yang diberikan dijawab dengan prestasi kerja yang nyata,” tegas Ra Hamid.
Penguatan kompetensi juga menjadi perhatian. Kepala Sekolah yang belum memiliki sertifikat diklat Kepala Sekolah akan mengikuti pendidikan dan pelatihan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menutup sambutannya, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengajak seluruh insan pendidikan menyatukan langkah untuk membangun pendidikan yang semakin berkualitas.
“Selamat dan sukses kepada seluruh Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah yang dilantik. Selamat bertugas dan mengabdi di tempat penugasan yang baru,” pungkas Ra Hamid.