PKB dan IRI Bahas Regenerasi Kepemimpinan Politik Anak Muda
Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) M. Hasanuddin Wahid atau Cak Udin menerima kunjungan delegasi International Republican Institute (IRI) dalam agenda Regional Political Party Exchange Program in Indonesia di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh Raya, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).
Pamela
Jurnalis LiputanJatim
JAKARTA — Sekretaris Jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) M. Hasanuddin Wahid atau Cak Udin menerima kunjungan delegasi International Republican Institute (IRI) dalam agenda Regional Political Party Exchange Program in Indonesia di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh Raya, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi forum pertukaran pengalaman antara PKB dan IRI mengenai penguatan demokrasi, regenerasi kepemimpinan politik, serta peningkatan keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan partai politik.
Cak Udin menyambut positif kunjungan delegasi IRI tersebut.
Ia menilai komunikasi dan pertukaran pengalaman lintas negara penting untuk memperluas perspektif sekaligus memperkuat hubungan antarlembaga politik di kawasan Asia.
"Kami menyambut baik kunjungan International Republican Institute ke DPP PKB. Pertemuan seperti ini sangat penting untuk memperkuat persahabatan, bertukar pengalaman, sekaligus membangun kolaborasi yang lebih erat antarlembaga politik di kawasan," ujar Cak Udin.
Dalam dialog tersebut, Cak Udin turut menjelaskan komitmen PKB dalam memberikan ruang lebih luas kepada generasi muda untuk terlibat dalam kehidupan politik dan mengambil peran dalam kepemimpinan partai.
Menurutnya, pelibatan anak muda tidak berhenti pada proses kaderisasi.
PKB juga mendorong kader muda menempati posisi strategis dalam struktur organisasi sehingga dapat terlibat langsung dalam proses penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan.
"PKB percaya bahwa masa depan politik Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, kami tidak hanya memberi ruang partisipasi, tetapi juga menempatkan mereka dalam posisi strategis. Saat ini, banyak anak muda yang menjadi bagian dari Pengurus Harian DPP PKB dan terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan partai," tegasnya.
Cak Udin menyebut regenerasi kepemimpinan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun organisasi politik yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Menurut dia, keberadaan generasi muda di dalam struktur partai juga diperlukan untuk memastikan proses transformasi politik berjalan secara berkelanjutan.
Dengan begitu, partai tidak hanya bergantung pada figur atau kelompok tertentu, tetapi memiliki sistem kaderisasi yang mampu melahirkan pemimpin baru.
"Regenerasi kepemimpinan bukan sekadar slogan, melainkan bagian dari strategi besar PKB untuk membangun partai yang modern, inklusif, dan mampu menjawab tantangan politik masa depan," katanya.
Selain membahas regenerasi, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk bertukar pandangan terkait penguatan demokrasi dan peningkatan kapasitas partai politik.
Cak Udin berharap komunikasi antara PKB dan IRI dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret.
Ia menilai pertukaran pengalaman perlu diterjemahkan dalam program yang memberikan manfaat bagi penguatan kapasitas kader serta demokrasi di kawasan.
"Kami berharap pertemuan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih produktif. Ke depan, kami terbuka untuk berbagai program lanjutan seperti pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas kader muda, hingga forum-forum diskusi yang dapat memperkuat demokrasi dan kepemimpinan politik di kawasan," pungkasnya.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi IRI dipimpin Head of Delegation Ashley Banduro dari Taiwan/USA.
Turut hadir Atyrah Hanim binti Razali, Neow Choo Seong, Syarifah Rashifa yang berasal dari Kuala Lumpur, Malaysia, Rojessa Tiamson dari Manila, Filipina, serta John Fluharty dari Bangladesh/USA.
Sementara itu, Cak Udin didampingi Wakil Sekretaris Jenderal sekaligus Ketua Kaderisasi Nasional DPP PKB Zainul Munasichin.
Sejumlah Pengurus Harian DPP PKB juga turut hadir, di antaranya Rizal Ilham Pratama dan Gielbran Mohammad Noor.
Pertemuan PKB dengan IRI tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi lebih luas, khususnya dalam pengembangan kapasitas kader muda, pertukaran pengetahuan politik, serta penguatan praktik demokrasi yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan politik di kawasan Asia.