Liputanjatim.com - Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, merniat akan membuatakan minimal gebrakan jika terpilih menjadi Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-35 Jombang.
Gus Salam menegaskan gebrakan pertama yang akan dilakukannya yakni afirmasi PCNU yang ada di luar jawa. Langkah ini penting agar kebesaran NU tidak hanya tersentral di tanah Jawa namun di luar juga dapat porsi yang sama salah satunya dengan mengangkat Sekretaris Jenderal PBNU dari luar Jawa.
“Kami akan mengambil Sekretaris Jenderal dari luar Jawa, sebagai komitmen nyata kami untuk memprioritaskan pendampingan serta afirmasi bagi PWNU dan PCNU di luar pulau Jawa,” ungkapnya.
Gebrakan kedua berkaitan dengan penguatan jaringan NU di tingkat internasional. Gus Salam berencana mengangkat Wakil Ketua Umum atau Ketua PBNU yang secara khusus membidangi urusan luar negeri. Posisi tersebut, kata dia, akan diisi oleh kader NU dari kalangan diaspora.
Langkah ini dinilai penting agar PBNU memiliki figur yang memahami secara langsung kebutuhan PCI NU di berbagai negara.
“Kami berkomitmen mengangkat wakil ketua umum atau ketua yang khusus membidangi luar negeri. Sosok itu adalah dari diaspora, sehingga mereka benar-benar memahami kebutuhan dan bagaimana kita melayani PCI sedunia,” ujarnya.
Gus Salam menyebut gagasan tersebut telah disampaikannya dalam pertemuan melalui Zoom bersama PCI NU sedunia yang diikuti sekitar 20 PCI.
Dengan kebijakan tersebut, ia berharap jejaring internasional NU semakin kuat dan peran NU di tingkat global dapat terus diperluas.
Gebrakan ketiga adalah menjaga NU agar tidak terseret ke dalam politik praktis. Ia menegaskan, secara organisasi NU harus tetap berpegang teguh pada khittah Nahdlatul Ulama. Menurutnya, sikap tersebut penting demi menjaga kemaslahatan jam’iyyah dan jamaah.
“Secara organisasi kami tegas akan menghindarkan NU masuk pada kancah politik praktis demi kemaslahatan jam’iyyah dan jamaah dengan berpegang teguh pada garis-garis perjuangan (khittah) Nahdlatul Ulama,” tegasnya.
Lebih dari itu Gus Salam menegaskan bahwa keputusannya untuk berikhtiar maju dalam bursa Ketua Umum PBNU bukan sekadar ambisi pribadi. Ia mengaku mendapat amanah dari sejumlah masyayikh sepuh NU pesantren untuk berikhtiar memimpin PBNU dengan cara yang santun dan beradab.
Ia juga membawa misi mengembalikan marwah NU dan ulama serta melakukan rekonsiliasi total dalam kehidupan berjam’iyyah NU dan ber-NKRI.
“Saya, Abdussalam Shohib, tidak hanya diperintah oleh Masyayikh Sepuh NU-Pesantren untuk berikhtiar menjadi pemimpin PBNU dengan cara santun dan beradab, juga diberi amanah-misi untuk mengembalikan marwah NU-Ulama serta melakukan rekonsiliasi total dalam khidmah berjam’iyyah NU dan ber-NKRI,” pungkas Gus Salam.