Logo Header
Home / Peristiwa

Dugaan Pemukulan di Tengah Muktamar NU Memanas, Panlok: Bukan Ranah Kami

Haris / Minggu, 30 Agustus 2026 - 01:18 WIB / 24 views
Dugaan Pemukulan di Tengah Muktamar NU Memanas, Panlok: Bukan Ranah Kami

JOMBANG, Liputanjatim.com – Dugaan pemukulan yang melibatkan jajaran pengurus PWNU dan PCNU asal Kalimantan Utara (Kaltara) mencoreng suasana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang tengah berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Namun, Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 NU menegaskan bahwa dugaan insiden tersebut terjadi di luar area resmi pelaksanaan Muktamar.

Klarifikasi ini disampaikan Panlok sekaligus tim pengamanan setelah muncul dugaan perselisihan yang berujung pada tindakan fisik saat rangkaian Muktamar ke-35 NU berlangsung, Sabtu (29/8/2026).

Panlok menyatakan lokasi kejadian berada di luar batas wilayah operasional pengamanan Muktamar. Karena itu, Panlok tidak mengambil tindakan langsung terhadap perselisihan tersebut.

Pengamanan Dipusatkan di Bahrul Ulum

Ketua Pengamanan (PAM) Muktamar ke-35 NU, KH Amin Yahya atau yang akrab disapa Gus Amin, menegaskan bahwa personel pengamanan difokuskan untuk menjaga ketertiban dan keselamatan peserta di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Menurut Gus Amin, lokasi dugaan kejadian berada di luar wilayah yang menjadi tanggung jawab Panlok.

“Menurut saya, kejadian itu, TKP ada di luar wilayah Tambakberas, yaitu di luar wilayah Bahrul Ulum. Jadi kami selaku Panlok tidak ingin masuk pada ranah itu,” kata Gus Amin, Sabtu (29/8/2026) malam.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi Panlok bahwa kewenangan pengamanan mereka terbatas pada kawasan yang telah ditentukan sebagai area resmi Muktamar.

Sebut Perselisihan sebagai Urusan Internal

Gus Amin juga menilai perselisihan yang berujung pada tindakan fisik tersebut sebagai dinamika internal pihak-pihak yang terlibat.

Pengasuh Asrama Liwat Al Yahya tersebut menyayangkan keberadaan para pengurus di luar area yang telah disediakan panitia selama agenda Muktamar berlangsung.

“Itu adalah urusan internal mereka. Kenapa mereka bisa keluar atau tidak masuk pada tempat yang telah disediakan,” tegasnya.

Sikap Panlok ini membuat dugaan insiden tersebut dipisahkan dari pelaksanaan resmi Muktamar ke-35 NU. Panitia menilai kejadian di luar area Bahrul Ulum tidak berada dalam ruang kewenangan mereka.

Panlok: Jangan Kaitkan dengan Muktamar

Gus Amin kemudian mengimbau seluruh pihak agar memisahkan kejadian yang berlangsung di luar area dengan pelaksanaan resmi Muktamar ke-35 NU.

Menurutnya, Panlok tetap berkonsentrasi menjaga keamanan dan ketertiban peserta di dalam kompleks persidangan serta memastikan seluruh agenda Muktamar berjalan sesuai ketentuan.

“Jadi kami hari ini menyatakan, kejadian-kejadian yang di luar wilayah Bahrul Ulum atau Muktamar, sekali lagi, bukan ranah panitia Panlok,” pungkasnya.

Dengan klarifikasi tersebut, Panlok menegaskan bahwa pengamanan Muktamar ke-35 NU tetap berfokus pada kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Sementara dugaan perselisihan yang terjadi di luar wilayah tersebut disebut sebagai urusan internal pihak-pihak yang terlibat.

Tag: #Muktamar NU #Pemukulan Muktamar
ADVERTISEMENT
Haris

Haris

Jurnalis dan Kontributor Berita LiputanJatim.com