Liputanjatim.com - Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei terbaru kepuasan warga terhadap program-program Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam satu setengah tahun menjabat di periode kedua.
Peneliti ARCI, Baihaki Sirajt menyebut sejumlah program Khofifah-Emil di periode kedua menjabat mulai dirasakan oleh warga. Namun, masih ada sejumlah catatan.
"Sejumlah program seperti Bus Trans Jatim, pemutihan pajak kendaraan bermotor hingga pengelolaan sampah," kata Baihaki saat paparan di Surabaya, Kamis (3/9/2026).
Baihaki membeberkan program Bus Trans Jatim menjadi salah satu primadona. Sebanyak 82,5 warga Jatim puas adanya program Bus Trans Jatim.
"Bus Trans Jatim tertinggi, dan harapan masyarakat adalah program Bus Trans Jatim terus diperluas ke wilayah-wilayah lain di Jawa Timur," jelasnya.
"Saat ini Bus Trans Jatim ada 8 koridor dan warga berharap untuk terus ditambah jangkauannya. Karena warga ingin transportasi umum bisa dijamin oleh pemerintah, dan itu mulai digarap oleh Khofifah saat memimpin Jatim," tambahnya.
Menurut Baihaki, Bus Trans Jatim harus terus diperluas. Sebab, banyak masyarakat yang sangat terbantu adanya transportasi umum gagasan Pemprov Jatim tersebut.
"Sebab hukumnya wajib pemerintah menyediakan transportasi umum yang murah, aman, dan nyaman. Dan menurut warga Jatim, Bus Trans Jatim adalah transportasi yang nyaman aman, dan murah," tambahnya.
Lalu program beasiswa SMA/SMK swasta bagi warga tidak mampu juga dirasakan oleh warga. Sebanyak 76,8% warga puas dengan program beasiswa SMA/SMK.
"Warga juga berharap di sektor pendidikan, Pemprov Jatim terus menekan kasus-kasus pungutan liar (pungli) di sekolah SMA/SMK negeri di Jawa Timur. Sejauh ini kepuasan warga tinggi terhadap komitmen Khofifah-Emil di sektor pendidikan," bebernya.
Lalu program pemutihan pajak, Baihaki menyebut warga puas. Namun, ada berbagai masukan warga mulai dari denda pajak yang dihapuskan hingga layanan yang belum optimal.
"Kepuasan warga atas program pemutihan di angka 77,7 persen. Namun, banyak masukan seperti denda pajak yang dihapuskan ternyata hanya berlaku bagi wajib pajak yang telat membayar di atas 1 tahun. Bagi yang telat satu dua bulan, ada temuan wajib pajak masih membayar denda. Selain itu, layanan samsat corner perlu ditingkatkan," terangnya.
Lebih lanjut, untuk program baru Khofifah-Emil yakni Perisai Anak dan KIP Jawara mendapat respons cukup positif dari warga.
"Sebanyak 78,1 persen warga Jatim puas dengan program Perisai Anak dan KIP Jawara. Harapannya program tersebut terus dijalankan secara konsisten," terangnya.
"Untuk pengelolaan sampah, 81,3 persen warga puas dengan kinerja Pemprov Jatim berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota," ungkapnya.
"Untuk program ketahanan pangan dan bansos plus, kepuasan mencapai 79,6 persen," tambahnya.
Baihaki menyebut warga masih mengeluhkan perbaikan jalan di Jawa Timur yang masih lamban dilakukan oleh PU Bina Marga.
"Kepuasan warga terhadap program perbaikan jalan provinsi oleh Bina Marga Jatim sangat rendah yakni 51,6 persen. Warga yang puas hanya 48,4 persen," terangnya.
"Perbaikan jalan menjadi salah satu permasalahan yang harus diselesaikan oleh Pemprov Jatim. Di mana mayoritas responden ingin Pemprov Jatim fokus untuk memperbaiki jalan provinsi di daerah-daerah," tambahnya.
Baihaki menambahkan secara umum, kepuasan warga terhadap Khofifah-Emil di periode kedua menjabat di angka 79,6%.
Survei ARCI digelar pada 18-28 Agustus 2026 di 38 kabupaten/kota Jawa Timur. Survei ini melibatkan 1.200 responden dengan margin of error di angka 2,8% dan tingkat kepercayaan 95%. Survei ARCI menggunakan metode stratified random sampling dan didanai secara mandiri.