Viral Sambut Kurir Tanpa Busana, Remaja Sidoarjo Dapat Pendampingan
LIPUTANJATIM.COM, SIDOARJO – Sebuah video yang memperlihatkan seorang remaja pria menerima pesanan dari kurir ojek online tanpa mengenakan busana viral di medi...
Haris
Jurnalis LiputanJatim
LIPUTANJATIM.COM, SIDOARJO – Sebuah video yang memperlihatkan seorang remaja pria menerima pesanan dari kurir ojek online tanpa mengenakan busana viral di media sosial.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Desa Dukuhtengah, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Rekaman berdurasi sekitar 1 menit 7 detik itu menyebar luas dan memunculkan berbagai reaksi dari warganet.
Menyusul beredarnya video tersebut, aparat gabungan langsung melakukan penelusuran. Penanganan melibatkan Polsek Buduran, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta perangkat Pemerintah Desa Dukuhtengah.
Petugas menelusuri lokasi kejadian sekaligus memastikan identitas orang yang terekam dalam video. Hasil pengecekan menunjukkan remaja tersebut berusia 18 tahun dan merupakan warga setempat.
Kapolsek Buduran, Kompol Sugeng Sulistiyono, mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi dan meminta keterangan dari pihak terkait.
Remaja tersebut kemudian dipanggil bersama kedua orang tuanya untuk mendapatkan pembinaan, edukasi dan pengarahan. Pendekatan persuasif dipilih sebagai langkah awal agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Remaja tersebut sudah kami mitigasi dan berikan pengarahan agar senantiasa menjaga norma kesopanan serta berjanji tidak mengulangi perbuatannya,” kata Sugeng, Kamis (16/7/2026).
Berdasarkan pendalaman sementara, aparat memperoleh informasi bahwa tindakan serupa diduga pernah dilakukan sebelumnya. Namun, kepolisian belum menyampaikan adanya kesimpulan mengenai kondisi yang melatarbelakangi perilaku tersebut.
Karena itu, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan turut dipertimbangkan. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi fisik maupun psikologis remaja tersebut secara tepat, bukan berdasarkan penilaian atau spekulasi yang berkembang di media sosial.
Polisi menegaskan penanganan saat ini lebih mengedepankan pembinaan dan pencegahan. Pendampingan juga diberikan kepada keluarga agar mereka dapat menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Pemerintah Desa Panggil Orang Tua
Kepala Desa Dukuhtengah, Chusnul Arofiq, mengatakan pemerintah desa telah bergerak cepat dengan memanggil orang tua remaja tersebut.
Pemanggilan dilakukan untuk membicarakan kondisi yang bersangkutan sekaligus mencari solusi terbaik bersama keluarga.
“Kami telah memanggil orang tuanya secara baik-baik,” kata Chusnul.
Pemerintah desa selanjutnya akan berkoordinasi dengan puskesmas maupun bidan desa. Koordinasi tersebut dilakukan agar remaja bersangkutan dapat memperoleh pemeriksaan dan pendampingan medis yang sesuai.
Tenaga kesehatan nantinya diharapkan dapat memberikan penilaian profesional sekaligus menentukan bentuk pendampingan yang diperlukan.
Pemdes berharap proses tersebut membantu remaja itu kembali menjalankan aktivitasnya secara normal dan mencegah tindakan serupa terulang.
Warga Diminta Berhenti Menyebarkan Video
Pemerintah desa turut meminta masyarakat tidak meneruskan penyebaran rekaman yang telah viral tersebut.
Imbauan itu disampaikan untuk melindungi privasi remaja dan keluarganya, sekaligus memberikan ruang bagi proses pembinaan serta pendampingan yang sedang berjalan.
Masyarakat juga diminta tidak memberikan penilaian sepihak maupun membuat dugaan mengenai kondisi remaja tersebut sebelum ada hasil pemeriksaan dari pihak yang berkompeten.
Aparat dan pemerintah desa memilih mengutamakan pendekatan kemanusiaan dengan melibatkan keluarga serta tenaga kesehatan. Langkah tersebut diharapkan dapat menyelesaikan persoalan secara tepat tanpa memperburuk tekanan sosial yang diterima remaja dan keluarganya.