Transformasi Pesantren Perkuat Jati Diri Jatim sebagai Pusat Pesantren
Liputanjatim.com – Anggota DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah atau yang akrab disapa Gus Atho', mendorong transformasi pesantren dilakukan secara menyeluruh agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa
Abdullah AT
Jurnalis LiputanJatim
Liputanjatim.com – Anggota DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah atau yang akrab disapa Gus Atho', mendorong transformasi pesantren dilakukan secara menyeluruh agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dan tradisi keilmuan yang telah menjadi ciri khas pesantren.
Menurutnya, pesantren selama ini telah menjadi pilar penting dalam membangun karakter bangsa sekaligus mencetak generasi yang berakhlak. Karena itu, transformasi harus diarahkan pada penguatan kualitas pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan kemandirian ekonomi pesantren.
"Transformasi pesantren bukan berarti meninggalkan tradisi. Justru nilai-nilai keikhlasan, akhlakul karimah, dan pendidikan karakter harus tetap menjadi fondasi utama. Yang perlu diperkuat adalah kualitas SDM, tata kelola, serta kemampuan santri menghadapi tantangan zaman," ujar Gus Atho'.
Politisi PKB ini menilai Pemprov perlu memberikan dukungan yang lebih konkret melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik, digitalisasi tata kelola pesantren, penyediaan infrastruktur pendidikan yang memadai, hingga penguatan unit-unit usaha produktif agar pesantren semakin mandiri.
Menurutnya, transformasi pesantren bukan hanya menjadi kebutuhan dunia pendidikan Islam, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan daerah. Sebab, Jawa Timur memiliki jumlah pesantren terbanyak di Indonesia yang menjadi kekuatan sosial, pendidikan, dan ekonomi yang sangat besar.
"Jika transformasi ini dilakukan secara konsisten dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah, saya optimistis Jawa Timur akan semakin memperkuat jati dirinya sebagai pusat pesantren terbesar di Indonesia. Ini bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga modal strategis untuk mencetak generasi yang berakhlak, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan zaman," tegasnya.
Gus Atho' menambahkan, perpaduan antara tradisi keilmuan pesantren dengan penguasaan teknologi, kewirausahaan, dan inovasi akan menjadikan pesantren tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Berita Terkait
Jatim