KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Ekonomi 12 Aug 2026, 15:07 WIB

Transaksi Rp2,529 Triliun, Jatim Perluas Investasi ke Kalbar

Liputanjatim.com – Kerja sama ekonomi Jawa Timur dan Kalimantan Barat memasuki babak baru. Tak hanya memperbesar transaksi perdagangan, Jawa Timur mulai memper...

H

Haris

Jurnalis LiputanJatim

8 Pembaca
Transaksi Rp2,529 Triliun, Jatim Perluas Investasi ke Kalbar

Liputanjatim.com – Kerja sama ekonomi Jawa Timur dan Kalimantan Barat memasuki babak baru. Tak hanya memperbesar transaksi perdagangan, Jawa Timur mulai memperluas investasi di Kalimantan Barat melalui Misi Dagang dan Investasi yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kalbar yang digelar di Pontianak, Selasa (11/8/2026), mencatatkan total transaksi mencapai Rp2,529 triliun.

Dari total tersebut, Rp885 miliar merupakan capaian investasi Jawa Timur di Kalimantan Barat. Nilai itu menjadi salah satu penanda semakin kuatnya hubungan ekonomi antarkedua provinsi.

“Alhamdulillah, misi dagang dan investasi provinsi Jawa Timur dan provinsi Kalimantan Barat sukses digelar, total transaksi yang dicatatkan mencapai Rp 2,5 Triliun, dari 2,5 Triliun Rp 885 Miliar untuk capaian investasinya,” kata Gubernur Khofifah, Selasa (11/08/2026).

Investasi tersebut mencakup sejumlah sektor strategis. Di antaranya perluasan usaha industri pupuk bahan amelioran di Kabupaten Mempawah, perluasan usaha perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Landak, serta ekspansi industri pupuk buatan hara makro primer di Kabupaten Mempawah.

Nilai transaksi tersebut juga ditopang perdagangan berbagai komoditas unggulan Jawa Timur. Produk yang dipasarkan ke Kalimantan Barat mencakup garam bahan baku dan olahan, olahan daging sapi dan ayam, green bean coffee, telur ayam, susu sapi, rokok, benih hortikultura, hingga berbagai produk fesyen.

Misi dagang kali ini melibatkan 162 pelaku usaha. Rinciannya, 62 pengusaha berasal dari Jawa Timur dan 100 pelaku usaha dari Kalimantan Barat.

Bagi kedua daerah, capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibanding kerja sama sebelumnya.

Hubungan perdagangan Jatim-Kalbar sebenarnya telah terbangun sejak 30 September 2022 di Kota Pontianak. Ketika itu, komitmen transaksi perdagangan tercatat Rp109,31 miliar melalui 24 kesepakatan dagang.

“Capaian Misi dagang kali ini sangat jauh meningkat signifikan dari capaian sebelumnya di tahun 2022. Kali ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama yang telah terbangun melalui perluasan komoditas, peningkatan investasi, serta pengembangan kemitraan usaha yang berkelanjutan,” tegas Khofifah.

Khofifah mendorong capaian transaksi tersebut tidak berhenti sebagai angka dalam forum bisnis. Menurutnya, momentum misi dagang harus dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama ekonomi antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat.

Perluasan komoditas, peningkatan investasi, serta pengembangan kemitraan usaha menjadi bagian penting untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua provinsi.

Dengan nilai investasi mencapai Rp885 miliar, kerja sama Jatim-Kalbar tidak hanya menciptakan transaksi jual beli produk, tetapi juga membuka ruang bagi ekspansi usaha Jawa Timur di Kalimantan Barat.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyambut positif capaian Misi Dagang dan Investasi Jatim-Kalbar.

Menurutnya, nilai transaksi yang tercatat dalam kegiatan kali ini menjadi yang terbesar dibandingkan kerja sama sebelumnya.

“Ini yang paling besar nilai transaksinya, kami menyampaikan terima kasih, banyak yang harus kita pelajari di Jawa Timur dan Kalimantan Barat masih harus banyak belajar dari Jawa Timur,” kata Gubernur Ria Norsan.

Misi dagang Jatim-Kalbar kali ini tercatat sebagai gelaran misi dagang keenam yang dijalankan Pemprov Jatim bersama provinsi mitra sepanjang 2026.

Capaian Rp2,529 triliun sekaligus menunjukkan bahwa kerja sama antardaerah dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas pasar, memperkuat investasi, dan membangun kemitraan usaha secara berkelanjutan.

Bagi Jawa Timur dan Kalimantan Barat, momentum tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat konektivitas ekonomi dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas ke depan.

Bagikan informasi ini: