KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Ekonomi 05 Aug 2026, 19:45 WIB

Gus Halim Apresiasi Mie Ayam Bakso Yudhi Solo, Dorong UMKM Terus Berkembang

Di sela agenda kunjungannya di Kabupaten Bojonegoro, Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, menyempatkan diri mengunjungi salah satu UMK...

H

hani

Jurnalis LiputanJatim

2 Pembaca
Gus Halim Apresiasi Mie Ayam Bakso Yudhi Solo, Dorong UMKM Terus Berkembang

Di sela agenda kunjungannya di Kabupaten Bojonegoro, Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim, menyempatkan diri mengunjungi salah satu UMKM kuliner, Mie Ayam Bakso “Yudhi Solo” yang berada di Jalan Teuku Umar, Rabu (5/8/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap pelaku usaha lokal yang mampu mempertahankan kualitas produknya.

Gus Halim datang didampingi Ketua DPC PKB Bojonegoro Fauzan Fuadi, Sekretaris DPC PKB Bojonegoro Abdulloh Umar, jajaran pengurus DPC PKB Bojonegoro, serta anggota Fraksi PKB DPRD Bojonegoro. 

Saat menikmati hidangan, Gus Halim mengaku bukan kali pertama mencicipi Mie Ayam Bakso “Yudhi Solo”. Ia menilai cita rasa yang disajikan tetap terjaga dan mengingatkannya pada karakter mie ayam klasik yang kini mulai jarang ditemui.

“Sekali makan langsung saya bilang, rasa ini tidak boleh hilang. Ini rasa yang memang cukup klasik. Mie ayam dulu hampir rata-rata seperti ini rasanya, cuma sekarang sudah banyak yang berubah,” ujar Gus Halim.

Menurut mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi tersebut, kemampuan menjaga cita rasa secara konsisten merupakan modal penting bagi pelaku UMKM untuk mempertahankan kepercayaan konsumen.

“Kata kuncinya adalah konsisten. Bagi UMKM apa pun itu, kalau membuat produk harus konsisten supaya pelanggan merasa aman dan yakin ketika datang akan mendapatkan kualitas yang diharapkan,” katanya.

Selain konsistensi, Gus Halim menilai pelaku UMKM juga perlu memperhatikan keberlanjutan produksi. Ia mengatakan persoalan tersebut masih sering ditemui ketika sebuah produk mulai diminati pasar dalam jumlah besar.

“Permasalahan UMKM yang sering saya temui ada dua, yaitu konsistensi dan sustainabilitas. Ketika produknya bagus lalu dibutuhkan pasar, sering muncul masalah baru, yaitu keberlanjutan produksi. Kadang barang ada, kadang tidak, sehingga pasar menjadi terganggu,” ungkapnya.

Ia berharap semakin banyak UMKM kuliner di Bojonegoro yang mampu mempertahankan kualitas sekaligus memastikan ketersediaan produknya. Menurut Gus Halim, apabila kedua hal tersebut dapat dijaga dengan baik, UMKM akan semakin berkembang, memiliki daya saing yang kuat, serta terus berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Bagikan informasi ini: