Tragedi Mercon Situbondo: Dentuman 3 Jam, 1 Nyawa Melayang
Liputanjatim.com - Insiden ledakan dahsyat dari aktivitas pembuatan mercon mengguncang Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo...
Pamela
Jurnalis LiputanJatim
Liputanjatim.com - Insiden ledakan dahsyat dari aktivitas pembuatan mercon mengguncang Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, pada Rabu (18/2/2026) siang.
Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 12.00–15.30 WIB itu menewaskan satu orang, melukai enam warga dengan luka bakar dan patah tulang, serta merusak sedikitnya 11 rumah.
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, turun langsung ke lokasi kejadian bersama jajaran TNI-Polri dan pemerintah kecamatan.
Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Danramil 0823/08 Banyuputih, Kapolsek Banyuputih, Camat Banyuputih, serta Tim Identifikasi Polres Situbondo untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Bayu menjelaskan, ledakan diduga kuat berasal dari aktivitas pembuatan petasan di salah satu rumah warga.
“Ledakan berasal dari rumah Ibu Ummi Kulsum yang di gunakan untuk membuat mercon. Dampaknya sangat besar hingga rumah tersebut rata dengan tanah dan merusak rumah warga di sekitarnya,” ungkap Bayu, Rabu (18/2/2026).
Saksi mata bernama Harjo mengaku mendengar ledakan kecil sebelum dentuman besar mengguncang kampungnya.
“Awalnya terdengar ledakan kecil, lalu beberapa detik kemudian terdengar ledakan sangat keras. Warga langsung berhamburan keluar rumah,” kata Harjo.
Baca juga: Hujan Angin Terjang Situbondo, Rumah Warga Sumberwaru Roboh Total
Warga kemudian mendapati sumber ledakan berasal dari rumah Ummi Kulsum yang sudah hancur. Korban yang berada di dalam rumah langsung di evakuasi ke Puskesmas Banyuputih.
Sekitar pukul 12.30 WIB, enam korban luka mendapat penanganan medis awal sebelum akhirnya di rujuk ke RSUD Asembagus untuk perawatan intensif. Sementara satu korban, Supriyadi (50), dinyatakan meninggal dunia.
Kapolres menegaskan, pihaknya masih mendalami penyebab pasti ledakan melalui olah TKP dan pengumpulan keterangan saksi. Garis polisi telah di pasang di sekitar lokasi untuk kepentingan penyelidikan.
“Kami masih melakukan identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab ledakan serta kemungkinan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran hukum,” tegas Bayu.
Berdasarkan data kepolisian, enam korban luka masing-masing mengalami luka bakar dan patah tulang. Selain korban jiwa, tiga rumah dilaporkan rusak berat dan delapan rumah lainnya rusak ringan akibat kuatnya daya ledak.
Berdasarkan informasi, menjelang bulan Ramdhan kerap melakukan aktivitas pembuatan mercon, sebagai persiapan perayaan Idul Fitri.
Beberapa warga juga rutin memproduksi petasan setiap tahun. Saat kejadian, korban meninggal dunia tengah memperbaiki pintu di belakang rumahnya yang berdampingan dengan lokasi ledakan.
Sementara dua korban lain berada di dalam kamar saat ledakan terjadi.
Kapolres Situbondo mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuat atau menyimpan bahan peledak secara ilegal.
Ia menegaskan, pihaknya akan meningkatkan sosialisasi bahaya petasan demi mencegah tragedi serupa terulang.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak bermain-main dengan bahan peledak karena risikonya sangat fatal,” pungkasnya.