KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Peristiwa 06 Aug 2026, 17:53 WIB

Karhutla Bromo, 70 Hektare Terbakar hingga Akses Wisata Ditutup

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus menjadi perhatian. Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai sedikitnya 70 hektare.

P

Pamela

Jurnalis LiputanJatim

2 Pembaca
Karhutla Bromo, 70 Hektare Terbakar hingga Akses Wisata Ditutup

MALANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus menjadi perhatian. Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai sedikitnya 70 hektare.

Meluasnya titik api membuat Balai Besar TNBTS mengambil langkah dengan menutup sementara akses masuk wisata Gunung Bromo dari arah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.

Penutupan sebagian akses kawasan wisata tersebut diberlakukan sejak Senin (3/8/2026) pukul 22.00 WIB.

Hingga kini, belum ditentukan kapan akses tersebut akan kembali dibuka.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan proses pemadaman masih terus dilakukan lantaran sejumlah titik api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Menurut Gatot, titik api masih terpantau di tebing kawasan Watu Gede.

Api juga dilaporkan terus bergerak melewati tugu perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang hingga mengarah ke wilayah Kabupaten Malang.

“Titip api masih terpantau menyala di tebing kawasan Watu Gede. Bahkan, persebaran api terus meluas melewati tugu perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang, serta bergerak ke arah wilayah Kabupaten Malang dengan jarak rambatan sekitar 1,5 kilometer dari tugu perbatasan,” terang Gatot.

Api Melahap Vegetasi Pegunungan

Berdasarkan laporan yang diterima BPBD, kemunculan api pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Sejak saat itu, tim gabungan langsung melakukan upaya penanganan untuk mencegah api semakin meluas.

Kebakaran melanda sejumlah vegetasi yang tumbuh di kawasan pegunungan, mulai dari cemara gunung, mentigen, akasia hingga semak belukar.

Kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman.

Titik-titik api berada di kawasan lereng Kaldera Bromo dengan kontur yang terjal sehingga menyulitkan petugas untuk menjangkau lokasi secara langsung.

Selain medan, faktor angin juga menjadi tantangan. Embusan angin kencang di kawasan pegunungan berpotensi membuat api lebih cepat merambat dan menyulitkan proses penyekatan.

Gatot mengatakan kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah berawan.

Namun, situasi tersebut belum cukup untuk membuat proses pemadaman berlangsung mudah mengingat karakter medan dan kondisi angin di kawasan TNBTS.

Meski kebakaran meluas, BPBD Jawa Timur memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

“Untuk korban jiwa maupun luka-luka nihil,” tegas Gatot.

Tim Gabungan Intensifkan Pemadaman

Saat ini, upaya pemadaman melalui jalur darat masih terus diintensifkan. Tim gabungan dari sejumlah unsur dikerahkan untuk menangani titik-titik api sekaligus melakukan penyekatan agar kebakaran tidak menjalar lebih luas.

Personel yang terlibat antara lain BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Malang, Polisi Kehutanan (Polhut), petugas TNBTS, serta Relawan Peduli Api.

Koordinasi lintas wilayah terus dilakukan mengingat area kebakaran berada di kawasan yang berkaitan dengan beberapa wilayah administratif.

Gatot mengatakan tim saat ini memprioritaskan pemadaman pada lokasi yang masih terdapat titik api.

Selain itu, petugas juga melakukan penyekatan di sejumlah titik untuk membatasi pergerakan api.

“Fokus utama kami saat ini adalah melanjutkan upaya pemadaman di wilayah-wilayah yang masih terdapat titik api, sekaligus melakukan penyekatan agar api tidak semakin meluas,” kata Gatot.

Ia menambahkan, sinergi antarinstansi dan lintas daerah terus diperkuat untuk mempercepat penanganan kebakaran.

Akses Wisata Bromo Ditutup Sementara

Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak karhutla, Balai Besar TNBTS menutup sementara akses masuk wisata Gunung Bromo dari arah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.

Kebijakan tersebut berlaku sejak Senin (3/8/2026) pukul 22.00 WIB dan diberlakukan hingga kondisi dinilai aman.

Waktu pembukaan kembali akses wisata belum ditentukan.

Penutupan tersebut dilakukan di tengah upaya petugas menangani titik api yang masih aktif di kawasan TNBTS.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan wisatawan dan menghindari aktivitas masyarakat di sekitar lokasi terdampak kebakaran.

Dengan luas area terbakar yang diperkirakan mencapai sedikitnya 70 hektare dan masih adanya titik api, proses penanganan karhutla TNBTS masih menjadi prioritas tim gabungan.

Petugas akan terus melakukan pemadaman dan penyekatan sembari memantau perkembangan api di kawasan lereng Kaldera Bromo.

Pemerintah dan pengelola kawasan juga terus mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

Bagikan informasi ini: