Logo Header
Home / Jatim

Tangkal Premanisme dan Gangguan Kamtibmas, Polda Jatim Bentuk Posko Siaga Industri

hani / Selasa, 01 September 2026 - 17:02 WIB / 18 views
Tangkal Premanisme dan Gangguan Kamtibmas, Polda Jatim Bentuk Posko Siaga Industri

rapat internal sebagai langkah awal dalam menyusun kebijakan dan merancang pelaksanaan program./Foto: Dok. Istimewa

Upaya menjaga iklim investasi dan stabilitas keamanan di kawasan industri Jawa Timur terus diperkuat. Polda Jawa Timur melalui Ditintelkam menggagas Posko Siaga Industri sebagai strategi deteksi dini untuk mencegah aksi premanisme dan berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kawasan industri.


Program tersebut digagas Kasubdit II Ditintelkam Polda Jatim, AKBP Edi Hartono, S.Ak., A.Md., sebagai bagian dari Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Kementerian Hukum Angkatan XIV Tahun 2026.


"Program tersebut dirancang sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya aksi premanisme dan aktivitas organisasi kemasyarakatan yang berpotensi mengganggu iklim investasi di kawasan industri Jawa Timur," kata AKBP Edi Hartono, Selasa (1/9/2025).


Gagasan tersebut dilatarbelakangi posisi Jawa Timur sebagai salah satu pilar ekonomi nasional. Ribuan pabrik manufaktur dan ratusan kawasan industri menjadi bagian penting dalam menopang aktivitas perekonomian sekaligus menarik investasi ke wilayah tersebut.


Sepanjang Semester I Tahun 2026, realisasi investasi di Jawa Timur menembus angka Rp72,7 triliun dengan total lebih dari 87 ribu proyek. Capaian ini menempatkan Jawa Timur di jajaran tiga besar daerah tujuan investasi nasional sekaligus mampu menyerap hingga 135 ribu tenaga kerja.


Besarnya aktivitas investasi tersebut sekaligus menghadirkan tantangan dalam aspek keamanan. Sejumlah potensi gangguan yang perlu diantisipasi antara lain aksi premanisme berkedok ormas, pungutan liar, intimidasi pelaku usaha, pemalangan jalan, penguasaan lahan parkir dan jasa pengamanan ilegal, hingga konflik ketenagakerjaan.


Jika tidak diantisipasi melalui strategi deteksi dini yang presisi, dinamika tersebut berisiko merusak stabilitas kamtibmas dan menurunkan kepercayaan para investor.


Untuk memastikan program berjalan secara terarah, AKBP Edi Hartono bersama tim efektif dari Polda Jawa Timur mengawali tahapan proyek dengan menggelar rapat internal. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari proses perumusan arah kebijakan serta langkah operasional Posko Siaga Industri.


Setelah itu, tim melanjutkan tahapan melalui Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan tersebut melibatkan jajaran pemangku kepentingan, praktisi, akademisi, hingga perwakilan ormas seperti Pemuda Pancasila untuk menyerap masukan atas konsep deteksi dini yang dikembangkan.


Pemetaan juga dilakukan terhadap sejumlah kawasan industri yang dinilai memiliki tingkat kerawanan kamtibmas. Dua lokasi yang menjadi fokus utama pemetaan awal yakni Kawasan Industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik serta PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).


Hasil pembahasan dalam FGD kemudian menjadi dasar bagi Ditintelkam Polda Jatim untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) serta Nota Kesepahaman bersama PT SIER dengan pendampingan langsung dari mentor dan para ahli.


Melalui Nota Kesepahaman tersebut, kepolisian, PT SIER, dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat koordinasi, sistem pertukaran informasi, deteksi dini, hingga penindakan cepat atas ancaman keamanan.


"Kami berharap melalui kerja sama tersebut, PT SIER dapat menjadi kawasan industri yang aman, nyaman, dan terbebas dari praktik premanisme maupun aktivitas yang dapat mengganggu stabilitas keamanan," ungkapnya.


Penguatan kolaborasi juga dilakukan melalui sosialisasi Posko Siaga Industri kepada berbagai organisasi kemasyarakatan. AKBP Edi Hartono turut menggelar sosialisasi, termasuk kepada Pemuda Pancasila, dengan menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan kawasan industri sebagai pilar perekonomian daerah.


Tidak berhenti pada penyusunan konsep dan sosialisasi, Satgas dan Posko Siaga Industri kemudian resmi dibentuk di kawasan industri. Unsur Kepolisian, pengelola kawasan, serta stakeholder terkait dilibatkan dalam sistem tersebut untuk merespons cepat setiap potensi gangguan kamtibmas.


Kehadiran Posko Siaga Industri diharapkan menjadi bagian dari pola pengamanan kolaboratif yang mampu menjawab tantangan keamanan seiring dengan meningkatnya aktivitas investasi di Jawa Timur.


Lewat proyek perubahan ini, Ditintelkam Polda Jatim optimistis mampu menghadirkan pola pengamanan kolaboratif yang ideal untuk objek vital nasional.


"Dengan dukungan seluruh stakeholder, sinergi yang terbangun diharapkan mampu menciptakan kawasan industri yang aman, kondusif, bebas dari aksi premanisme, sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Jawa Timur," terangnya.

Tag: #Polda Jatim
ADVERTISEMENT
hani

hani

Jurnalis dan Kontributor Berita LiputanJatim.com