KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Daerah 29 Jan 2026, 13:02 WIB

Satpol PP Sidoarjo Razia Pengemis dan Manusia Silver, Sempat Terjadi Kejar-kejaran

Liputanjatim.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sidoarjo menggelar razia besar-besaran terhadap pengemis, manusia silver, dan anak jalanan...

H

Haris

Jurnalis LiputanJatim

1 Pembaca
Satpol PP Sidoarjo Razia Pengemis dan Manusia Silver, Sempat Terjadi Kejar-kejaran

Liputanjatim.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sidoarjo menggelar razia besar-besaran terhadap pengemis, manusia silver, dan anak jalanan di sejumlah titik perempatan jalan protokol, Rabu (28/1/2026). Langkah tegas ini dilakukan menyusul banyaknya laporan masyarakat yang merasa resah akibat tindakan arogan para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Dalam pelaksanaan razia, sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas dan para manusia silver. Beberapa di antaranya berusaha melarikan diri dengan masuk ke area permukiman bahkan rumah warga untuk menghindari petugas.

Penertiban tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Berdasarkan pengaduan masyarakat, para pengemis dan manusia silver dinilai semakin berani melakukan tindakan memaksa kepada pengguna jalan. Mereka tidak hanya meminta uang, tetapi juga melakukan intimidasi terhadap pengendara.

Kasatpol PP Kabupaten Sidoarjo, Yany Setyawan, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak laporan terkait perilaku arogan para PMKS tersebut.

“Banyak laporan masuk bahwa mereka mulai arogan. Mereka tidak segan menggedor kaca mobil atau bahkan membaret bodi mobil jika permintaannya tidak dituruti oleh pengendara,” ujar Yany.

Kondisi tersebut dinilai telah mengganggu ketertiban umum serta kenyamanan pengguna jalan di wilayah Kota Sidoarjo. Para PMKS yang terjaring razia kemudian langsung dinaikkan ke truk dan mobil bak terbuka milik Satpol PP untuk dibawa ke kantor guna dilakukan pendataan identitas.

Setelah proses pendataan selesai, petugas menyerahkan para PMKS tersebut ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Sidoarjo untuk menjalani pembinaan lebih lanjut. Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus mencegah mereka kembali beraktivitas di jalanan.

“Sebagai efek jera, setelah didata langsung kami serahkan ke Liponsos untuk pembinaan lebih lanjut. Kami ingin memastikan jalanan di Sidoarjo aman dan nyaman bagi warga,” tegas Yany.

Ke depan, Satpol PP Sidoarjo memastikan akan terus mengintensifkan patroli rutin, khususnya di titik-titik rawan seperti persimpangan lampu merah yang kerap dijadikan lokasi mangkal para PMKS.

Bagikan informasi ini: