KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Daerah 20 Oct 2025, 22:24 WIB

Rp50 Miliar untuk Pengembangan Kreativitas Gen Z di Surabaya: DPRD Himbau Keberlanjutan Program

Surabaya, kota metropolitan yang dikenal dengan dinamisme dan semangat inovasinya, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan generasi muda....

W

Wahyudi

Jurnalis LiputanJatim

1 Pembaca
Rp50 Miliar untuk Pengembangan Kreativitas Gen Z di Surabaya: DPRD Himbau Keberlanjutan Program

Surabaya, kota metropolitan yang dikenal dengan dinamisme dan semangat inovasinya, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan generasi muda. Pemerintah Kota Surabaya mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk program pengembangan kreativitas Generasi Z (Gen Z), sebuah langkah yang disambut positif oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya. Meskipun demikian, DPRD menekankan pentingnya keberlanjutan program ini agar dampaknya benar-benar terasa dan mampu menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan kreativitas generasi muda.

Investasi dalam pengembangan potensi Gen Z merupakan langkah strategis yang krusial. Generasi yang lahir dan tumbuh di era digital ini memiliki karakteristik unik, yakni kemampuan beradaptasi yang tinggi, pemikiran inovatif, serta penguasaan teknologi yang mumpuni. Dengan memanfaatkan karakteristik tersebut, Gen Z berpotensi menjadi motor penggerak utama dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari ekonomi kreatif, teknologi informasi, hingga seni dan budaya.

Urgensi Pengembangan Kreativitas Gen Z di Surabaya

Alokasi dana sebesar Rp50 miliar bukan sekadar angka nominal, melainkan representasi dari pengakuan pemerintah daerah terhadap potensi besar yang dimiliki Gen Z. Surabaya, sebagai pusat ekonomi dan pendidikan di Jawa Timur, memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi pengembangan diri generasi mudanya agar mampu bersaing di era global.

Beberapa alasan mendasari urgensi pengembangan kreativitas Gen Z di Surabaya:

  • Peningkatan Daya Saing: Kreativitas dan inovasi adalah kunci utama dalam meningkatkan daya saing sebuah kota atau negara. Dengan melatih dan mengembangkan kemampuan kreatif Gen Z, Surabaya dapat menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di pasar global.
  • Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif: Ekonomi kreatif merupakan sektor yang menjanjikan dengan potensi pertumbuhan yang besar. Surabaya memiliki potensi untuk menjadi pusat ekonomi kreatif yang kuat jika mampu mengembangkan ekosistem yang mendukung pengembangan ide-ide kreatif dan inovatif dari Gen Z.
  • Mengatasi Tantangan Global: Generasi muda menghadapi berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan ekonomi, dan disrupsi teknologi. Dengan mengembangkan kreativitas mereka, Gen Z dapat menemukan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut.
  • Memperkuat Identitas Lokal: Pengembangan kreativitas tidak hanya berfokus pada teknologi dan inovasi modern, tetapi juga pada pelestarian dan pengembangan seni dan budaya lokal. Dengan mendorong Gen Z untuk terlibat dalam kegiatan seni dan budaya, Surabaya dapat memperkuat identitasnya sebagai kota yang kaya akan warisan budaya.

Fokus Program dan Mekanisme Pelaksanaan

Anggaran Rp50 miliar tersebut diharapkan dapat dialokasikan secara efektif dan efisien untuk berbagai program pengembangan kreativitas Gen Z. Beberapa area yang perlu menjadi fokus perhatian antara lain:

  • Pelatihan dan Workshop: Program pelatihan dan workshop yang berfokus pada pengembangan keterampilan kreatif, seperti desain grafis, coding, videografi, penulisan kreatif, dan kewirausahaan. Program ini harus diselenggarakan secara berkala dan berkelanjutan, dengan melibatkan mentor dan praktisi yang ahli di bidangnya.
  • Inkubasi Bisnis dan Start-up: Dukungan bagi Gen Z yang memiliki ide bisnis kreatif untuk mengembangkan usaha mereka melalui program inkubasi bisnis dan start-up. Program ini harus mencakup pendampingan bisnis, akses ke modal, dan jaringan dengan investor.
  • Penyediaan Ruang Kreatif: Pemerintah kota perlu menyediakan ruang kreatif yang representatif dan nyaman bagi Gen Z untuk berkumpul, berkolaborasi, dan mengekspresikan ide-ide mereka. Ruang kreatif ini harus dilengkapi dengan fasilitas yang memadai, seperti internet berkecepatan tinggi, peralatan produksi, dan area pameran.
  • Program Mentorship dan Networking: Memfasilitasi program mentorship yang menghubungkan Gen Z dengan para profesional dan tokoh inspiratif di berbagai bidang. Selain itu, perlu juga diadakan acara networking yang mempertemukan Gen Z dengan para investor, pelaku industri kreatif, dan perwakilan pemerintah. slot depo 5k
  • Pengembangan Platform Digital: Menciptakan platform digital yang berfungsi sebagai wadah bagi Gen Z untuk memamerkan karya mereka, berbagi ide, dan berkolaborasi dengan orang lain. Platform ini juga dapat digunakan untuk menyelenggarakan kompetisi dan acara online yang menarik bagi Gen Z.

Mekanisme pelaksanaan program harus dilakukan secara transparan dan akuntabel, dengan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk akademisi, praktisi industri kreatif, komunitas Gen Z, dan perwakilan masyarakat. Monitoring dan evaluasi program juga perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran.

Himbauan DPRD untuk Keberlanjutan Program

DPRD Kota Surabaya memberikan apresiasi atas inisiatif pemerintah kota dalam mengalokasikan anggaran untuk pengembangan kreativitas Gen Z. Namun, DPRD juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ini agar dampaknya benar-benar terasa dan mampu menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan kreativitas generasi muda.

Beberapa poin penting yang menjadi himbauan DPRD:

  • Komitmen Jangka Panjang: Program pengembangan kreativitas Gen Z harus menjadi komitmen jangka panjang dari pemerintah kota, bukan hanya program insidental. Alokasi anggaran harus berkelanjutan dan meningkat setiap tahunnya, seiring dengan perkembangan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi Gen Z.
  • Integrasi dengan Kurikulum Pendidikan: Keterampilan kreatif harus diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan formal dan non-formal, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Hal ini akan membantu menanamkan semangat kreativitas sejak dini dan mempersiapkan Gen Z untuk menghadapi tantangan di masa depan.
  • Kolaborasi Lintas Sektor: Pengembangan kreativitas Gen Z membutuhkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, industri kreatif, dan komunitas masyarakat. Kolaborasi ini akan menciptakan sinergi yang kuat dan memastikan program yang relevan dan efektif.
  • Evaluasi dan Adaptasi: Program pengembangan kreativitas Gen Z harus dievaluasi secara berkala dan diadaptasi sesuai dengan perkembangan kebutuhan dan tren terbaru. Hal ini akan memastikan program yang tetap relevan dan efektif dalam jangka panjang.
  • Partisipasi Aktif Gen Z: Gen Z harus dilibatkan secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pengembangan kreativitas. Partisipasi ini akan memastikan program yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi mereka.

Kesimpulan

Investasi sebesar Rp50 miliar untuk pengembangan kreativitas Gen Z di Surabaya merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keberlanjutan, integrasi, kolaborasi, evaluasi, dan partisipasi aktif dari seluruh pihak terkait. Dengan komitmen yang kuat dan pengelolaan yang baik, Surabaya dapat menjadi pusat inovasi dan kreativitas yang membanggakan, serta memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan bangsa. Diharapkan program ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan yang mampu melahirkan generasi muda Surabaya yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

Bagikan informasi ini: