KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Jatim 05 Aug 2026, 12:26 WIB

PT ALP Minta Maaf atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Pastikan Kerugian Korban Diasuransikan

PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), selaku operator KM Mutiara Sentosa II, menyampaikan permintaan maaf atas insiden kebakaran kapal yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026) pagi.

P

Pamela

Jurnalis LiputanJatim

3 Pembaca
PT ALP Minta Maaf atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Pastikan Kerugian Korban Diasuransikan

SURABAYA – PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP), selaku operator KM Mutiara Sentosa II, menyampaikan permintaan maaf atas insiden kebakaran kapal yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026) pagi.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Direktur Operasi dan Komersial PT ALP, Asep Suparman, seusai konferensi pers di Posko Terpadu Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8/2026) petang.

“Mohon maaf kepada semua pihak atas kejadian musibah ini,” kata Asep.

Selain menyampaikan permohonan maaf, manajemen PT ALP memastikan kerugian yang dialami para korban telah diasuransikan.

Hal itu mencakup kerugian terkait korban, kendaraan, hingga korban jiwa yang terdampak dalam insiden tersebut.

Asep mengatakan, seluruh kerugian akan diproses melalui mekanisme asuransi dan diharapkan korban maupun keluarga korban memperoleh klaim ganti rugi sesuai dengan nilai kerugian masing-masing.

“Terkait dengan tadi korban, kendaraan, dan korban jiwa, dari manajemen sudah mengasuransikannya. Sekali lagi mohon maaf atas kejadian ini,” ujarnya.

Serahkan Investigasi kepada Pihak Berwenang

Mengenai penyebab kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Asep belum memberikan kesimpulan. PT ALP memilih menyerahkan proses penyidikan dan investigasi kepada pihak yang berwenang.

Ia menyebut investigasi terkait insiden tersebut telah berjalan, termasuk oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Karena itu, perusahaan masih menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum menyampaikan dugaan mengenai penyebab kebakaran.

“Sudah berlangsung dari KNKT ya. Kami belum bisa menduga. Lebih baik menunggu hasil kesimpulan dari kepolisian,” kata Asep.

PT ALP, lanjut dia, tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kebakaran sebelum seluruh rangkaian investigasi selesai dilakukan.

Data Kerugian Penumpang Mulai Divalidasi

Sementara itu, Kepala PT ALP Cabang Surabaya Ferdinan Pondang mengatakan pihaknya saat ini mulai melakukan pendataan dan validasi kerugian yang dialami penumpang.

Pendataan tidak hanya mencakup barang milik penumpang, tetapi juga kendaraan yang ikut terbakar dalam insiden tersebut.

Ferdinan menjelaskan, data kendaraan akan dicocokkan dengan manifes penumpang yang dimiliki perusahaan.

Nomor polisi setiap kendaraan yang tercatat naik ke kapal akan diverifikasi sebelum data tersebut diserahkan kepada pihak asuransi.

“Nanti kami data. Kami data sesuai dengan manifes kami, kami cocokkan nomor polisinya untuk unit yang naik ke atas kapal. Nah nanti untuk kita sampaikan ke pihak asuransi,” ujarnya.

Proses validasi tersebut dilakukan untuk memastikan data kerugian yang diajukan sesuai dengan kendaraan dan barang yang tercatat dalam manifes kapal.

Basarnas Catat 238 Korban

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan total korban insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa II yang berhasil dievakuasi mencapai 238 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 233 orang dinyatakan selamat, sedangkan lima orang meninggal dunia.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari berbagai unsur yang berada di dalam kapal, mulai dari penumpang, anak buah kapal (ABK), hingga tenaga bantuan operasi.

Syafii mengatakan data tersebut telah disinkronkan dengan informasi mengenai jumlah orang yang berada di kapal saat insiden terjadi.

“Karena itu, saya sampaikan secara resmi kepada rekan-rekan media bahwa dengan jumlah penumpang yang kita konfirmasi 238, di mana ada cabin crew, kemudian ada penumpang, dan juga ada tenaga bantuan operasi yang ada di kapal itu sementara bisa kita sinkronkan bahwa jumlah korban dan juga jumlah penumpang yang ada di dalam kapal sementara sesuai,” ujar Syafii saat konferensi pers di Posko Terpadu Terminal Gapura Surya Nusantara, Selasa (4/8/2026) petang.

Operasi SAR Resmi Berakhir

Basarnas juga menyatakan operasi SAR gabungan untuk insiden KM Mutiara Sentosa II resmi berakhir pada Selasa (4/8/2026).

Meski demikian, Syafii memastikan aktivitas pemantauan dan operasi rutin oleh Kantor SAR Surabaya tetap dilakukan, khususnya di sekitar lokasi kejadian.

Pemantauan tersebut dilakukan sembari Basarnas tetap membuka posko pengaduan untuk menerima informasi apabila masih terdapat laporan korban yang belum ditemukan.

“Namun, pelaksanaan operasi rutin ini tetap akan kami fokuskan kepada perairan di mana lokasi kejadian terjadi, sambil menunggu kita juga memiliki posko-posko aduan,” jelasnya.

Basarnas berharap seluruh korban telah berhasil ditemukan dan teridentifikasi melalui rangkaian operasi pencarian dan evakuasi yang telah dilakukan.

Namun, apabila setelah operasi SAR resmi ditutup masih terdapat laporan dari keluarga atau rekan mengenai anggota yang belum ditemukan, Basarnas akan kembali membuka operasi pencarian.

“Kita semuanya berharap tidak sampai ada pengaduan adanya keluarga yang belum ditemukan. Dan andai saja ada pengaduan itu, tentunya operasi akan kita laksanakan disesuaikan dengan situasi kondisi yang ada. Kita akan buka operasi lagi untuk melaksanakan pencarian,” tutur Syafii.

Dengan demikian, penanganan insiden KM Mutiara Sentosa II kini memasuki tahap lanjutan, mulai dari pendataan dan pengurusan klaim kerugian korban hingga proses investigasi untuk mengungkap penyebab kebakaran kapal.

Bagikan informasi ini: