Kepemimpinan Tahun Pertama, Situbondo Catat Progres Positif
Liputanjatim.com - Genap setahun memimpin Situbondo, Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo bersama Wakil Bupati Ulfiyah menjadikannya sebagai titik evaluasi pelaksana...
Pamela
Jurnalis LiputanJatim
Liputanjatim.com - Genap setahun memimpin Situbondo, Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo bersama Wakil Bupati Ulfiyah menjadikannya sebagai titik evaluasi pelaksanaan program pembangunan daerah.
Mereka menilai agenda prioritas telah berjalan sesuai perencanaan, walaupun tetap ada aspek yang perlu dipercepat dan dibenahi.
Bupati Rio menyampaikan bahwa sejak masa kampanye hingga awal menjabat, fokus utama yang diusung bersama Wabup Ulfiyah adalah menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Situbondo.
Menurutnya, kemiskinan merupakan persoalan mendasar yang harus ditangani terlebih dahulu sebelum berbicara mengenai program-program yang bersifat simbolik atau material.
“Target awal kami jelas, yaitu mengurangi kemiskinan. Dalam lima bulan pertama masa jabatan, angka kemiskinan berhasil turun sebesar 0,34 persen. Ini menjadi modal awal yang cukup penting,” ujar Bupati Rio.
Selain penurunan angka kemiskinan, sejumlah indikator ekonomi makro juga menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan ekonomi Situbondo tercatat mengalami peningkatan, tingkat pengangguran menurun, serta gini ratio mulai membaik sebagai indikator berkurangnya ketimpangan pendapatan masyarakat.
Bupati Rio menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif di masa transisi pemerintahan.
Ia mengakui bahwa baik ia maupun Wabup Ulfiyah berasal dari latar belakang politik, bukan birokrasi pemerintahan, sehingga membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem dan mekanisme administrasi pemerintahan.
“Di awal kami harus banyak belajar dan beradaptasi. Ada kendala teknis di pemerintahan dan birokrasi, tetapi itu bagian dari proses. Tahun pertama ini kami jadikan sebagai fase orientasi dan penyesuaian,” jelasnya.
Menurut Bupati Rio, berbagai penghargaan dan capaian yang diraih selama satu tahun ini bukanlah tujuan utama.
Ia menegaskan bahwa pembangunan fisik maupun fasilitas hanyalah instrumen, sedangkan substansinya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penurunan kemiskinan dan pengangguran.
Baca juga: Insiden Ledakan Rumah Produksi Petasan, DPRD Jatim Dorong Pengetan Peredaran Bahan Peledak
“Saya tidak bicara hal-hal yang sifatnya material, seperti bangunan megah atau fasilitas hiburan. Bagi saya itu hanya alat. Tujuan akhirnya tetap menurunkan kemiskinan,” tegasnya.
Ia mengaku lebih bangga ketika berbicara tentang data turunnya angka kemiskinan dan pengangguran.
Menurutnya, indikator tersebut merupakan ukuran keberhasilan pembangunan yang sesungguhnya karena berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Selama satu tahun berjalan, pihaknya terus melakukan evaluasi internal.
Pemerintah daerah menilai bahwa ke depan butuh langkah yang lebih cepat dan efektif agar target pembangunan dapat tercapai lebih optimal.
Namun demikian, Bupati Rio memilih pendekatan yang tidak radikal dalam melakukan pembenahan birokrasi.
“Saya tidak mengambil langkah ekstrem seperti langsung mengganti kepala dinas. Pendekatan saya lebih integratif, karena merekalah yang akan melaksanakan visi, misi, dan janji politik yang sudah kami sampaikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perlu adanya jembatan pemahaman antara gagasan politik dan pelaksanaan teknis di birokrasi.
Setelah satu tahun berjalan, Bupati Rio menilai jajaran organisasi perangkat daerah mulai memahami arah kebijakan dan mampu menjadi bagian dari perubahan yang sesuai harapan.
Menutup refleksi setahun kepemimpinannya, Bupati Rio menegaskan bahwa ia masih terus belajar, terlebih dengan usia yang relatif muda.
Ia menilai proses pemerintahan ini sebagai sebuah tahapan percobaan yang terus disempurnakan agar manfaat pembangunan semakin bermanfaat bagi masyarakat Situbondo.
Dalam guyonan yang berkembang di masyarakat, Bupati Rio menyebut bahwa dalam satu tahun ini hampir semua program terealisasi—“selain Sheila On Seven”.
Baca juga: Cegah Gesekan Sosial, Bupati Situbondo Minta Tak Ada Sweeping Warung Selama Puasa
Meski demikian, ia menegaskan bahwa esensi kepemimpinan bukan pada hiburan, melainkan pada kerja nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Selain fokus pada penurunan kemiskinan dan perbaikan indikator ekonomi, Pemerintah Kabupaten Situbondo juga menaruh perhatian serius pada persoalan lingkungan, khususnya penanggulangan sampah.
Isu ini berkaitan erat dengan kualitas hidup masyarakat, kesehatan lingkungan, serta wajah daerah.
Program penanganan sampah akan fokus dari hulu ke hilir dengan mendorong pengelolaan berbasis sumber melalui pemilahan sejak rumah tangga, beriringan dengan edukasi dan sosialisasi di desa, sekolah, dan komunitas.
Bupati Rio menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa selesai hanya dengan pendekatan teknis.
Perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta agar penanganan berjalan secara berkelanjutan.
“Kalau lingkungannya bersih, biaya kesehatan bisa ditekan, kualitas hidup meningkat, dan itu ujungnya juga berkontribusi pada pengurangan kemiskinan,” ujarnya.
Program penanggulangan sampah tersebut terintegrasi dengan agenda pembangunan lainnya, termasuk penataan kawasan permukiman dan ruang publik.
Pemerintah daerah menilai bahwa pembangunan fisik tanpa pengelolaan lingkungan yang baik justru berpotensi menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Dalam satu tahun berjalan, Pemkab Situbondo juga mulai memetakan titik-titik rawan sampah serta mengevaluasi sistem pengangkutan dan pengolahan yang ada.
Evaluasi tersebut menjadi dasar perbaikan kebijakan ke depan agar penanganan sampah lebih cepat, efektif, dan berdampak nyata.
Bupati Rio mengakui bahwa persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar. Namun, ia optimistis dengan pendekatan bertahap dan integratif, hasilnya akan mulai terasa dalam beberapa tahun ke depan.
Dengan tambahan fokus pada penanggulangan sampah, pasangan Bupati-Wabup itu menegaskan bahwa pembangunan Situbondo tidak hanya mengejar angka dan indikator, tetapi juga kualitas lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat.
Seluruh program tersebut, pada akhirnya, mengarah pada satu tujuan besar, yakni meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan.