Kebijakan Energi Bahlil Disambut Positif, ARCI: 75,5% Warga Jatim Puas
Liputanjatim.com – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berhasil mendapat tempat di hati masyarakat Jawa Timur. Berdasarkan hasil survei Accurate Research and Consult...
Abdullah AT
Jurnalis LiputanJatim
Liputanjatim.com – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berhasil mendapat tempat di hati masyarakat Jawa Timur. Berdasarkan hasil survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), sebanyak 75,5 persen warga Jatim menyatakan puas terhadap kinerja Bahlil di sektor energi. Tingginya tingkat kepuasan tersebut turut mendorong apresiasi masyarakat terhadap kebijakan energi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Direktur ARCI, Baihaki Sirajt, menjelaskan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kebijakan energi nasional termasuk yang tertinggi setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan efisiensi anggaran.
“Kebijakan energi menjadi salah satu indikator penting. Warga melihat langkah pemerintah menjaga kemandirian energi dan pengembangan EBT (Energi Baru Terbarukan) berjalan dengan baik,” ujar Baihaki di Surabaya, Selasa, (21/10/2025).
Secara umum, ARCI mencatat 82,2 persen warga Jawa Timur puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap arah kebijakan nasional, terutama dalam menjaga ketahanan energi dan kemandirian ekonomi daerah.
> "Angka ini juga menandai sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan provinsi berjalan dengan baik. Sehingga apresiasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah sangat positif,” terang Baihaki.
Baihaki menambahkan, salah satu faktor yang memperkuat persepsi positif publik adalah kebijakan energi berbasis rakyat yang dijalankan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Publik menilai kebijakan di sektor energi memberikan manfaat langsung terhadap perekonomian lokal, terutama di daerah penghasil migas seperti Bojonegoro, Tuban, dan Gresik.
“Jawa Timur menjadi salah satu basis kepuasan tertinggi karena masyarakat melihat hasil nyata dari kebijakan energi, hilirisasi, serta upaya transisi ke energi baru terbarukan,” ujarnya.
Salah satu contoh nyata adalah kebijakan legalisasi dan optimalisasi sumur minyak rakyat. Berdasarkan data Dinas ESDM Jawa Timur, terdapat 798 sumur minyak rakyat yang telah diinventarisasi—371 di Bojonegoro, 408 di Tuban, dan 19 di Gresik. Program ini merupakan implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025, yang memberikan ruang bagi BUMD, koperasi, dan UMKM untuk mengelola sumur minyak masyarakat secara legal dan berkelanjutan.
Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang pendapatan daerah serta lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
“Kebijakan ini bukan hanya soal energi, tapi juga ekonomi rakyat. Menteri Bahlil berhasil menghubungkan kepentingan energi nasional dengan manfaat langsung bagi masyarakat,” imbuh Baihaki.
Meski tingkat kepuasan publik cukup tinggi, ARCI menilai pemerintah tetap perlu menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek energi dan hilirisasi.
“Tantangannya sekarang bukan hanya mempercepat, tetapi memastikan tidak ada praktik penyimpangan di lapangan. Publik puas, tapi mereka juga semakin kritis,” tegasnya.
Secara spesifik, 70,7 persen warga Jatim menyatakan puas terhadap kinerja Bahlil sebagai Menteri ESDM dalam mendukung keberhasilan program pemerintahan Prabowo-Gibran.
Survei ARCI dilakukan pada 7–17 Oktober 2025 di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur dengan 1.200 responden. Metode yang digunakan adalah stratified multistage random sampling dengan margin of error ±2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.