KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Peristiwa 17 Jul 2026, 09:19 WIB

Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Satu Prajurit Tewas dan Enam Terluka

LIPUTANJATIM.COM, MADIUN – Ledakan mengguncang Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiu...

H

Haris

Jurnalis LiputanJatim

1 Pembaca
Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Satu Prajurit Tewas dan Enam Terluka

LIPUTANJATIM.COM, MADIUN – Ledakan mengguncang Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026).

Insiden tersebut terjadi ketika sejumlah personel TNI Angkatan Darat tengah melakukan pemeriksaan, pemeliharaan, dan perawatan material munisi di salah satu gudang penyimpanan.

Akibat ledakan itu, satu personel TNI AD meninggal dunia. Sementara enam personel lainnya mengalami luka-luka, terdiri atas empat orang luka berat dan dua orang luka ringan.

Seluruh korban langsung dievakuasi menuju rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis. TNI AD menyampaikan duka cita atas meninggalnya salah satu personel dalam peristiwa tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, mengatakan informasi awal yang diterima menyebutkan ledakan terjadi saat personel menjalankan prosedur pemeriksaan dan perawatan material munisi.

Menurut Donny, kegiatan pemeliharaan dan perawatan tersebut sebelumnya telah dilaksanakan berdasarkan prosedur serta protap yang berlaku.

Meski demikian, TNI AD belum menyimpulkan penyebab ledakan. Mabes TNI AD telah membentuk tim investigasi profesional untuk menyelidiki seluruh rangkaian peristiwa tersebut.

Tim investigasi langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada hari yang sama. Tim akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui kronologi sekaligus mengungkap penyebab pasti ledakan.

Donny menegaskan penyelidikan akan dilaksanakan secara profesional, objektif, dan menyeluruh sehingga setiap temuan dapat dipertanggungjawabkan.

“Perlu kami tegaskan juga bahwa proses ini dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh agar setiap fakta yang diperoleh nantinya dapat dipertanggungjawabkan,” kata Donny.

Pemeriksaan tidak hanya diarahkan untuk mengetahui titik awal ledakan, tetapi juga mendalami seluruh proses pemeriksaan dan perawatan material munisi yang berlangsung sebelum insiden terjadi.

Tim investigasi akan mengumpulkan berbagai fakta di lokasi, memeriksa rangkaian kegiatan sebelum ledakan, serta mendalami keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut.

TNI AD juga tidak menetapkan batas waktu tertentu bagi tim untuk menyelesaikan penyelidikan. Namun, proses investigasi diupayakan dapat diselesaikan secepat mungkin.

“Investigasi dilakukan secara menyeluruh. Tidak ada batas waktu, tetapi kami akan menyelesaikannya secepat mungkin,” ujar Donny.

Untuk mendukung proses penyelidikan dan mencegah risiko lanjutan, kawasan di sekitar gudang amunisi telah disterilkan. Akses menuju titik ledakan juga dibatasi secara ketat.

Personel maupun pihak lain yang tidak berkepentingan dilarang memasuki area tersebut selama proses pemeriksaan berlangsung.

“Hanya Tim Investigasi yang boleh mendekati lokasi ledakan,” jelasnya.

Sterilisasi dilakukan agar tim dapat bekerja dengan aman sekaligus menjaga kondisi tempat kejadian tetap utuh. Pembatasan akses juga diperlukan karena lokasi tersebut merupakan kawasan penyimpanan material munisi.

Hingga proses investigasi selesai, TNI AD belum memberikan kesimpulan mengenai faktor yang memicu ledakan. Penyebab pasti insiden akan disampaikan setelah tim menyelesaikan pemeriksaan dan memperoleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bagikan informasi ini: