GSN Serahkan 200 Becak Listrik, Angin Segar bagi Tukang Becak Kota Malang
Liputanjatim.com - Sebanyak 200 becak listrik bantuan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) resmi diserahkan kepada pengemudi becak di Kota Malang dalam k...
Pamela
Jurnalis LiputanJatim
Liputanjatim.com - Sebanyak 200 becak listrik bantuan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) resmi diserahkan kepada pengemudi becak di Kota Malang dalam kegiatan yang digelar di Halaman Balai Kota Malang, pada Selasa (20/1/2026).
Program bantuan becak listrik ini merupakan inisiatif langsung Presiden RI, Prabowo Subianto, pada tahap awal pengadaan tahun 2025. Pendanaannya tidak menggunakan APBN melainkan berasal dari dana pribadi Presiden.
Menurut Ketua Yayasan GSN, Letnan Jenderal TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko, program bantuan becak listrik ini merupakan bentuk kepedulian Presiden Prabowo terhadap peningkatan kesejahteraan pengemudi becak. Sekaligus upaya mendorong transportasi ramah lingkungan.
Teguh menegaskan bantuan becak listrik gratis ini penggunaanya untuk pekerjaan, bukan untuk di jual kembali.
“Hari ini kami dari Yayasan GSN, yayasan milik Pak Presiden, berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang menyerahkan 200 becak listrik kepada masyarakat, khususnya para pengemudi becak,” ujar Teguh.
Ia menjelaskan, bantuan itu masih merupakan tahap awal dari pengadaan nasional. Untuk tahun 2026 dan 2027, pemerintah telah memesan sekitar 70 ribu unit becak listrik kepada PT Pindad.
Program ini ditargetkan rampung pada 2027, menyesuaikan hasil survei nasional yang mencatat jumlah pengemudi becak di Indonesia sekitar 80 ribu orang.
“Prioritas penerima di mulai dari pengemudi becak berusia 70 tahun ke atas. Kemudian 60 tahun, 50 tahun, hingga pada akhirnya seluruh pengemudi becak akan menerima bantuan becak listrik dari Presiden,” jelasnya.
Teguh menyebut, saat ini untuk Kota Malang pihaknya baru menyalurkan 200 unit becak listrik.
Baca juga: Awal 2026, Polres Blitar Kota Ungkap 5 Kasus Narkoba, Amankan Pil Dobel L dan Sabu
“Jumlah ini masih berpotensi bertambah seiring banyaknya pendaftar. Kami akan melakukan verifikasi melalui tim survei untuk memastikan penerima benar-benar berprofesi sebagai pengemudi becak,” katanya.
Teguh memastikan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan PT Viar melalui nota kesepahaman dengan PT Pindad terkait perawatan dan ketersediaan suku cadang.
“Dengan kerja sama ini, becak listrik bantuan Presiden dapat diservis di bengkel Viar yang tersedia di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia. Jadi, tidak akan ada becak listrik yang mangkrak, karena perawatan dan suku cadangnya terjamin,” ungkapnya.
Teguh juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyediakan tempat listrik pengisi daya di setiap pangkalan secara gratis.
Demikian juga becak listrik ini sebagai becak wisata dengan pengaturan rute oleh pemkot agar tidak terjadi gesekan dengan transportasi lainnya.
Terpisah, para penerima manfaat bantuan menyampaikan terimakasih ke Presiden. Mereka berharap bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan.
Mereka mengaku selama ini mengoperasikan becaknya juragan dengan setoran antara Rp 10.000 – Rp 12.000 per hari. Penghasilan mereka antara Rp 40.000 – Rp 50.000 per hari.