KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Jatim 27 Jul 2026, 11:19 WIB

Belajar dari Bentrok Jakarta, Laili Abidah Ajak Warga Jatim Perkuat Persatuan dan Tak Terprovokasi

iputanjatim.com – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Laili Abidah, mengajak masyarakat Jawa Timur untuk terus menjaga ketenteraman dan ketertiban dengan mengedepankan kepatuhan terhadap hukum, sikap saling menghargai, serta mampu menahan ego dalam menyikapi setiap persoalan.

A

Abdullah AT

Jurnalis LiputanJatim

1 Pembaca
Belajar dari Bentrok Jakarta, Laili Abidah Ajak Warga Jatim Perkuat Persatuan dan Tak Terprovokasi

Liputanjatim.com – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Laili Abidah, mengajak masyarakat Jawa Timur untuk terus menjaga ketenteraman dan ketertiban dengan mengedepankan kepatuhan terhadap hukum, sikap saling menghargai, serta mampu menahan ego dalam menyikapi setiap persoalan.

Ajakan tersebut disampaikan Ning Laili menyusul terjadinya bentrokan antarwarga di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta, yang menelan korban jiwa. Menurutnya, masyarakat Jawa Timur tidak perlu terbawa suasana maupun terprovokasi oleh peristiwa yang terjadi di daerah lain.

Ia meyakini masyarakat Jawa Timur memiliki budaya guyub, rukun, dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan sehingga daerah ini tetap menjadi wilayah yang aman dan damai.

"Masyarakat Jawa Timur jangan terbawa suasana dengan apa yang terjadi di Jakarta. Mari kita jaga ketenteraman dan ketertiban dengan tetap patuh terhadap hukum, saling menghargai, dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan," ujar.

Politisi PKB itu menegaskan, kepatuhan terhadap hukum merupakan fondasi utama dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Di sisi lain, sikap saling menghormati di tengah perbedaan akan memperkuat persatuan dan mencegah munculnya konflik sosial.

"Kalau setiap persoalan diselesaikan dengan kepala dingin dan menghormati aturan, insyaallah tidak akan ada konflik yang berujung pada kekerasan. Hukum harus menjadi rujukan, bukan emosi atau tindakan main hakim sendiri," katanya.

Ning Laili juga mengingatkan bahwa setiap persoalan tidak akan selesai apabila masing-masing pihak mengedepankan ego. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih mengutamakan kepentingan bersama dibanding kepentingan pribadi maupun kelompok.

"Ketenteraman akan tercipta ketika masyarakat mau menurunkan ego, menghormati perbedaan, dan menyerahkan penyelesaian persoalan kepada mekanisme hukum yang berlaku. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar maupun ajakan yang dapat memecah persatuan," tegasnya.

Ia menambahkan, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.

"Mari kita jadikan Jawa Timur sebagai contoh daerah yang damai. Setiap warga memiliki peran untuk menjaga lingkungan tetap kondusif, dimulai dari saling menghormati, menjaga komunikasi yang baik, dan tidak mudah terpancing provokasi," pungkasnya.

Ning Laili berharap budaya guyub, rukun, dan saling menghormati yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Jawa Timur terus dipertahankan sebagai modal utama dalam menjaga keamanan, ketenteraman, dan persatuan di seluruh wilayah provinsi.

Bagikan informasi ini: