KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Daerah 13 Aug 2025, 19:28 WIB

30 Ribu Liter Air Bersih Didistribusikan BPBD Bondowoso ke Wilayah Kekeringan

Liputanjatim.com - Menghadapi dampak kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Bondowoso, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso...

H

hani

Jurnalis LiputanJatim

1 Pembaca
30 Ribu Liter Air Bersih Didistribusikan BPBD Bondowoso ke Wilayah Kekeringan

Liputanjatim.com - Menghadapi dampak kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Bondowoso, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso terus bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih. Selama tiga hari berturut-turut, BPBD telah mengirimkan total 30 ribu liter air ke desa-desa terdampak kekeringan.

Bantuan air bersih pertama dikirim pada Senin (11/8/2025) ke Dusun Paterongan, Desa Walidono, Kecamatan Prajekan. Sebanyak 120 kepala keluarga (KK) menerima distribusi 10 ribu liter air bersih yang diangkut menggunakan dua unit truk tangki.

Selanjutnya, pada Selasa (12/8/2025), giliran 55 KK di Dusun Pelinggian, Desa Wringin, Kecamatan Wringin, yang mendapatkan bantuan air dengan jumlah yang sama.

Distribusi terakhir dilakukan Rabu (13/8/2025) di Dusun Curalempet, Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan. Sebanyak 270 KK menjadi penerima manfaat dari pengiriman 10 ribu liter air yang disalurkan menggunakan dua armada tangki.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo, menyampaikan bahwa distribusi ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjamin akses air bersih bagi masyarakat terdampak.

“Tiga hari terakhir kami sudah menyalurkan 30 ribu liter air bersih ke 445 KK di tiga kecamatan,” kata Sigit, Rabu (13/8/2025).

Ia menegaskan, langkah distribusi akan terus dilanjutkan berdasarkan kondisi lapangan. Wilayah yang mengalami kekeringan parah akan menjadi prioritas utama dalam penyaluran berikutnya.

“Kami berharap masyarakat bijak menggunakan air bersih dan segera melapor jika pasokan mulai kritis. BPBD siap menindaklanjuti,” ujarnya.

Bagikan informasi ini: