KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Pemerintahan 01 Apr 2026, 14:01 WIB

Wakil Ketua DPRD Jatim Imbau Masyarakat Bijak Menyaring Informasi Krisis Energi

Liputanjatim.com — Wakil Ketua DPRD Jawa Timur mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar di media sosial (medsos), khususnya ter...

A

Abdullah AT

Jurnalis LiputanJatim

1 Pembaca
Wakil Ketua DPRD Jatim Imbau Masyarakat Bijak Menyaring Informasi Krisis Energi

Liputanjatim.com — Wakil Ketua DPRD Jawa Timur mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar di media sosial (medsos), khususnya terkait isu krisis energi. Masyarakat diminta lebih cermat dengan melakukan verifikasi atau crosscheck sebelum mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Kami berharap pemerintah melakukan langkah strategis untuk menghadapi krisis energi,” jelas Bleggur, Senin (30/3/2026).

Politisi Partai Golkar Jatim itu juga menekankan pentingnya langkah antisipatif dari Pemprov Jatim terhadap potensi dampak krisis energi, termasuk kemungkinan kelangkaan di sejumlah sektor.

Ia mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pertamina, dalam memastikan distribusi energi tetap berjalan stabil. “Termasuk stakeholder lainnya dan Pertamina. Saya rasa hari ini sudah mulai ditata. Dan masyarakat tidak terlalu menerima informasi mentah mentah melalui medsos,” sebutnya.

Lebih lanjut, ia mengajak pemerintah dan masyarakat untuk lebih bijak dalam memilah informasi, mengingat maraknya kabar yang belum tentu benar atau hoaks. Di tengah meningkatnya kecemasan global, kewaspadaan terhadap arus informasi dinilai menjadi hal yang krusial. Lanjut Bleggur yang perlu mendapat perhatian menghadapi krisis global adalah pelaku UMKM.

“Karena mereka yang bisa menghidupkan perekonomian masyarakat kecil," ujarnya.

Sementara itu, proyeksi ekonomi tahun 2026 menunjukkan adanya potensi tekanan global yang dipicu oleh ketegangan geopolitik, krisis energi, serta kelangkaan chip kecerdasan buatan (AI). Kondisi tersebut berisiko mendorong inflasi dan menahan laju pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara.

Meski demikian, Indonesia diperkirakan masih mampu bertahan dengan pertumbuhan di kisaran 4,8 hingga 5 persen, yang ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga di tengah berbagai guncangan eksternal.

Bagikan informasi ini: