KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Berita 21 Nov 2025, 06:00 WIB

Resmi! Trans Jatim Gajayana Telah Hadir di Malang

Liputanjatim.com - Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya telah resmi beroperasi sejak hari ini, Kamis (20/11/2025). Peluncuran yang bertempat di Balai Kota Mal...

P

Pamela

Jurnalis LiputanJatim

1 Pembaca
Resmi! Trans Jatim Gajayana Telah Hadir di Malang

Liputanjatim.com - Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya telah resmi beroperasi sejak hari ini, Kamis (20/11/2025). Peluncuran yang bertempat di Balai Kota Malang itu, juga memperkenalkan armada sekaligus layanan pendukung.

Namun beberapa prasarana masih dalam proses penyelesaian. Salah satu yang belum sepenuhnya siap adalah shelter atau halte bus.

Manajemen Trans Jatim dan Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Cito Eko Yuli Saputro mengatakan, salah satu prasarana yang belum bisa terpenuhi adalah shelter atau halte bus.

”Shelter bus tidak di bangun bulan ini. Melainkan pada Desember mendatang,” kata dia.

Pembangunan shelter bus memiliki bentuk portable dengan struktur sementara, sehingga mudah di pindahkan. Ukuran shelter tersebut adalah lebar 1 meter dan panjang 4 meter.

Baca juga: Sopir Angkot Tolak TransJatim Koridor Malang Raya, Ini Tanggapan Komisi D DPRD Jatim!

Sementara itu, untuk memastikan keberadaan titik pemberhentian bus, rambu-rambu penanda lokasi pemberhentian telah terpasang secara bertahap hingga kemarin, (19/11/2025). Total ada 67 titik pemberhentian bus yang tersebar di wilayah Malang Raya.

”Karena belum ada shelter, untuk sementara kami pasangi rambu pemberhentian bus di masing-masing titik,” lanjut Cito.

Sebelum menetapkan lokasi pemberhentian bus, Dishub Provinsi Jawa Timur sempat menerima masukan dari berbagai pihak.

Salah satunya adalah Serikat Sopir Indonesia (SSI) Kota Malang, yang mengusulkan agar pemasangan rambu bus tidak di sekitar Universitas Negeri Malang (UM) Kampus 2.

Alasannya karena, lokasi tersebut terlalu dekat dengan Terminal Madyopuro. Namun, setelah melalui diskusi lebih lanjut, rambu bus tetap berada di kawasan tersebut.

Selain itu, Forum Diskusi Transportasi Malang (FDTM) juga memberikan masukan melalui surat yang terkirim kepada Kepala Dishub Jawa Timur pada (17/11/2025).

Baca juga: Bus Trans Jatim Diharapkan Layani Rute Hingga Kota Pasuruan

FDTM menyatakan ketidaksetujuan jika peniadaan rambu bus di UM Kampus 2. Keberadaan rambu bus menerutnya penting, karena tanpa adanya pemberhentian bus, masyarakat cenderung kembali menggunakan kendaraan pribadi.

Selain itu, jarak antara kampus dengan Terminal Madyopuro cukup jauh, sekitar 800 meter.

Di Kota Malang, pemberhentian bus terletak di Terminal Hamid Rusdi hingga Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Di Kabupaten Malang, ada beberapa titik pemberhentian seperti di Sengkaling, SD Mulyoagung, dan Kantor Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau. Sementara itu, di Kota Batu, salah satu titik pemberhentian berada di Kelurahan Junrejo.

Proses pemasangan rambu pemberhentian bus masih berlangsung hingga saat ini. Meski pemasangan te;ah mulai sejak Minggu lalu (16/11/2025)), prosesnya belum sepenuhnya selesai. Dishub tetap berupaya agar seluruh rambu bisa terpasang.

Setiap hari, rambu pemberhentian bus terpasang di sekitar 10 lokasi. Proses pemasangan fokus pada titik-titik dengan potensi penumpang tinggi, seperti di sekitar Malang Town Square (Matos) yang dekat dengan pusat perbelanjaan dan pendidikan.

Bagikan informasi ini: