Lelang Barang Rampasan Jatim Tembus Rp4,15 Miliar
Liputanjatim.com - Pelaksanaan Lelang Serentak Barang Rampasan Negara yang digelar Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mulai menunjukkan tingginya minat masyarakat. Se...
Haris
Jurnalis LiputanJatim
Liputanjatim.com - Pelaksanaan Lelang Serentak Barang Rampasan Negara yang digelar Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mulai menunjukkan tingginya minat masyarakat. Sebanyak 846 peserta tercatat mengikuti proses bidding pada hari pertama untuk memperebutkan 275 lot barang rampasan negara yang dilelang se-Jawa Timur.
Lelang resmi dimulai di Gedung Barang Bukti Jatirejo, Mojokerto, Selasa (11/8/2026), setelah sebelumnya menarik perhatian publik melalui pameran barang rampasan negara.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal pelaksanaan. Peralihan dari tahap pameran menuju proses penawaran membuat masyarakat semakin aktif mengikuti kompetisi untuk mendapatkan objek lelang yang ditawarkan.
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Dr. Abdul Qohar Affandi, S.H., M.H., didampingi Wakajati Luhur Istighfar, S.H., M.Hum., beserta jajaran Pejabat Utama, meninjau langsung jalannya proses pelelangan.
Hadir pula Kepala Kanwil DJKN Jawa Timur Arik Hariyono, Vice President Bank Mandiri Jatim Suharyanto, para Kepala KPKNL se-Jawa Timur, serta Kepala Seksi Barang Bukti dari Kejari wilayah Surabaya Raya dan Malang.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dan mengikuti proses lelang. Harapannya, seluruh objek lelang yang ditawarkan dapat laku terjual dengan nilai yang optimal,” ujar Kajati Jatim.
Dari pelaksanaan lelang hari pertama, sebanyak 76 lot berhasil terjual. Nilai limit awal dari 76 lot tersebut ditetapkan sebesar Rp3.877.250.668.
Dalam proses penawaran, nilai tersebut berhasil dilampaui. Total harga terjual mencapai Rp4.152.480.301.
Dengan demikian, terdapat surplus sebesar Rp275.229.633 atau kenaikan 7,10 persen dibanding nilai limit yang telah ditetapkan.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya persaingan peserta dalam proses bidding. Masyarakat tidak hanya hadir melihat barang rampasan yang dipamerkan, tetapi juga berpartisipasi langsung dalam proses lelang.
Kenaikan harga tertinggi terjadi pada sesi Selasa (11/8/2026). Sebanyak 715 peserta tercatat bersaing memperebutkan 67 lot barang rampasan negara.
Persaingan tersebut menghasilkan nilai penjualan lebih dari Rp3,66 miliar dengan kenaikan harga sebesar 6,21 persen.
Sementara itu, secara keseluruhan, capaian lelang pada hari pertama telah mencapai Rp4,15 miliar.
Meski demikian, angka tersebut belum menjadi capaian akhir. Pelaksanaan Lelang Serentak Barang Rampasan Negara masih berlangsung hingga Jumat, 14 Agustus 2026.
Dengan waktu pelaksanaan yang masih tersedia, total capaian lelang barang rampasan negara di Jawa Timur masih berpotensi meningkat atau bertambah hingga seluruh rangkaian lelang berakhir.