KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Berita 07 Mar 2026, 07:32 WIB

LPTNU Jatim Dorong PTNU Lakukan Lompatan Inovasi Teknologi

Liputanjatim.com - Wakil Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur, Prof Abdul Malik Karim Amrullah, menekankan pentingnya Perguruan T...

H

Haris

Jurnalis LiputanJatim

1 Pembaca
LPTNU Jatim Dorong PTNU Lakukan Lompatan Inovasi Teknologi

Liputanjatim.com - Wakil Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur, Prof Abdul Malik Karim Amrullah, menekankan pentingnya Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) melakukan lompatan besar dalam inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Ngaji Kentong Ramadhan 1447 H yang digelar di Aula KH Bisri Syansuri PWNU Jawa Timur, Kamis (5/3/2026).

Menurut Prof Malik, sivitas akademika PTNU tidak cukup hanya memperkuat tradisi keilmuan lama, tetapi perlu bertransformasi menuju penemuan inovasi baru yang lebih kompetitif di tingkat global.

Ia menilai PTNU memiliki potensi besar untuk mengonversi kekayaan kajian fikih menjadi produk teknologi nyata yang memiliki nilai manfaat luas bagi masyarakat.

“Kalau kita bisa mengangkat hal-hal tradisional menjadi teknologi tepat guna yang maslahah, itulah mutu yang sebenarnya bagi Nahdliyin dan dunia,” ujarnya.

Ia mencontohkan peluang riset yang masih terbuka, seperti kajian fikih mengenai darah wanita dalam kitab Fathul Qarib yang menurutnya dapat dikembangkan menjadi teknologi sensor medis digital.

PTNU Didorong Menciptakan Pengetahuan Baru

Prof Malik menegaskan bahwa branding lembaga pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada pencitraan semata. Menurutnya, branding yang kuat harus tercermin dari kemampuan perguruan tinggi dalam memproduksi ilmu pengetahuan.

“Perguruan tinggi nomor satu adalah yang mampu menciptakan pengetahuan (create knowledge), sehingga produk intelektualnya dapat dinikmati secara inklusif oleh semua kalangan,” ungkapnya.

Dalam diskusi tersebut juga disinggung fenomena riset di luar negeri yang mulai membedah tradisi Islam untuk kepentingan ekonomi. Ia mencontohkan riset di Jepang yang mengkaji tradisi Islam hingga menghasilkan produk seperti ‘khamer halal’ berbasis riset madzhab.

Hal tersebut, menurutnya, menjadi otokritik bagi PTNU agar lebih serius mengembangkan laboratorium sains, termasuk di bidang fisika kuantum, untuk membedah fenomena agama secara empiris.

Sementara itu, Sekretaris LPTNU Jawa Timur Winarto Eka Wahyudi menyoroti tantangan perguruan tinggi dalam menghadapi Generasi Z di era post-truth.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan kerentanan mental di tengah budaya serba instan. Karena itu, PTNU dituntut menghadirkan lingkungan akademik yang mendorong proses pembelajaran mendalam atau deep learning.

“Lingkungan akademik harus mampu menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun ketahanan mental serta memahami orientasi hidup dan visi misi keumatan secara lebih matang,” jelasnya.

Ia menambahkan, branding kampus yang berhasil adalah ketika nilai-nilai Aswaja mampu terasa relevan dengan emosi dan kebutuhan hidup generasi masa kini.

Winarto berharap PTNU dapat menunjukkan wajah kampus yang inklusif, di mana ilmu pengetahuan yang dihasilkan bermanfaat bagi masyarakat luas tanpa dibatasi identitas eksklusif.

Dengan penguatan riset dan dukungan laboratorium yang memadai, PTNU diproyeksikan menjadi pusat peradaban yang mandiri, berdaya saing global, serta tetap berakar pada nilai moralitas.

Bagikan informasi ini: