Krisis Murid di Tulungagung, Tiga SD Tak Dapat Siswa Baru
Liputanjatim.com - Kondisi memprihatinkan terjadi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Tulungagung. Tiga s...
Haris
Jurnalis LiputanJatim
Liputanjatim.com - Kondisi memprihatinkan terjadi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Tulungagung. Tiga sekolah dasar tercatat tidak memperoleh satu pun siswa baru, sedangkan sejumlah sekolah lainnya hanya menerima satu hingga dua murid.
Kasi Kelembagaan Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah, mengatakan terdapat 634 lembaga sekolah dasar yang mengikuti SPMB 2026.
Dari jumlah tersebut, tiga sekolah belum mendapatkan siswa baru. Ketiganya adalah SD swasta Dlodo Kecamatan Kalidawir, SDN 4 Besuki, dan SDN 5 Bungur Kecamatan Karangrejo.
Selain tiga sekolah tersebut, sejumlah SD juga hanya menerima murid baru dalam jumlah sangat terbatas. SDN Sembon tercatat hanya memperoleh satu siswa baru.
Sementara itu, SDN 2 Plandaan Kecamatan Kedungwaru dan SDN Pucung masing-masing hanya mendapatkan dua peserta didik baru.
“Itu masih data sementara, hasil rekapitulasi sekolah yang minim pendaftar kemungkinan selesai pada Selasa (14/7),” kata Zuyun.
Minimnya jumlah murid baru menjadi tantangan bagi sejumlah sekolah dasar dalam mempertahankan keberlangsungan pelayanan pendidikan.
Salah satu sekolah yang menghadapi kondisi tersebut adalah SDN 2 Plandaan. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah itu hanya menerima dua siswa baru dari empat calon peserta didik yang sebelumnya telah didata.
Rendahnya jumlah pendaftar diduga dipengaruhi anggapan yang berkembang di tengah masyarakat bahwa SDN 2 Plandaan sudah tidak beroperasi. Padahal, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut masih berjalan.
Kepala SDN 2 Plandaan, Siti Komariah, mengatakan pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan murid baru.
Para guru mendatangi sejumlah taman kanak-kanak dan rumah calon peserta didik yang berada di Desa Plandaan.
“Upaya itu sudah kami jalankan sejak tiga hingga empat bulan sebelum SPMB 2026, dengan tujuan agar sekolah kami mendapatkan siswa baru,” ujarnya.
Saat ini, jumlah keseluruhan peserta didik di SDN 2 Plandaan hanya 16 siswa dari kelas I hingga kelas VI.
Rinciannya, kelas I, II, dan III masing-masing berisi dua siswa. Kelas IV memiliki empat siswa, sedangkan kelas V dan VI masing-masing memiliki tiga siswa.
Meski hanya memiliki sedikit peserta didik, proses pembelajaran di SDN 2 Plandaan tetap dilaksanakan. Para guru tetap memberikan pendampingan kepada seluruh siswa sesuai dengan kegiatan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Pada hari pertama masuk sekolah, para siswa juga mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS. Kegiatan berlangsung sederhana, tetapi tetap diikuti siswa dengan antusias.
Kondisi tersebut menggambarkan perjuangan sejumlah sekolah dasar di Tulungagung yang tetap bertahan memberikan pelayanan pendidikan di tengah terus menurunnya jumlah peserta didik baru.
Berita Terkait
Pendidikan