Wali Murid Keluhkan Biaya MAN Lumajang, Seragam 1,6 Juta Hingga Iuran Rp4,5 Juta
Besarnya biaya yang dibebankan kepada siswa baru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lumajang menuai keluhan dari sejumlah wali murid. Mereka menilai sejumlah pungutan yang dibebankan sekolah perlu dijelaskan secara terbuka, mulai dari iuran tahunan, SPP, buku LKS hingga paket seragam.
Pamela
Jurnalis LiputanJatim
LUMAJANG – Besarnya biaya yang dibebankan kepada siswa baru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lumajang menuai keluhan dari sejumlah wali murid.
Mereka menilai sejumlah pungutan yang dibebankan sekolah perlu dijelaskan secara terbuka, mulai dari iuran tahunan, SPP, buku LKS hingga paket seragam.
Melansir dari BenuaNews, salah seorang wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan keluhan tersebut, pada Selasa (11/8/2026).
Ia mengaku keberatan dengan sejumlah biaya yang harus dipenuhi setelah anaknya diterima sebagai siswa baru.
Menurutnya, siswa baru dibebankan SPP bulanan sebesar Rp200.000. Selain itu, terdapat iuran tahunan yang disebut mencapai Rp4.500.000.
Wali murid tersebut mempertanyakan dasar serta penggunaan iuran tahunan itu. Ia juga mengaku kecewa karena informasi mengenai biaya tersebut dinilai tidak disampaikan secara terbuka sejak awal proses penerimaan siswa baru.
“Saya tanya, uang itu untuk apa dan dipergunakan untuk apa? Kalau memang ada iuran seperti itu, kenapa sejak awal tidak diberitahukan secara terbuka?” ungkapnya.
Keluhan wali murid juga menyangkut kebutuhan perlengkapan pendidikan lainnya. Orang tua siswa masih harus mengeluarkan biaya untuk pembelian buku LKS yang menurutnya dipatok dengan harga cukup tinggi.
Selain itu, biaya paket seragam disebut mencapai Rp1.600.000. Kondisi tersebut dinilai semakin menambah beban pengeluaran orang tua siswa.
“Biayanya sudah setara biaya masuk kuliah saja! Ini sangat memberatkan kami orang tua,” keluhnya.
Wali murid tersebut juga menyinggung adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah membantu pemenuhan kebutuhan makan siswa.
Namun, menurutnya, berbagai biaya lain yang harus ditanggung orang tua tetap menjadi persoalan yang perlu mendapatkan penjelasan.
Sekolah Diminta Beri Penjelasan
BenuaNews.com kemudian berupaya meminta klarifikasi kepada pihak MAN Lumajang terkait berbagai biaya yang dikeluhkan wali murid.
Konfirmasi disampaikan kepada Wakil Humas MAN Lumajang, Malik, melalui pesan WhatsApp pada Selasa (11/8/2026).
Namun, pihak sekolah belum memberikan penjelasan substantif mengenai besaran maupun dasar pungutan yang dipersoalkan.
Malik menyampaikan dirinya sedang menjalankan tugas dinas luar ke Probolinggo, sementara Kepala MAN Lumajang disebut sedang mengikuti kegiatan diklat hingga Jumat.
Ia juga meminta agar pertanyaan mengenai biaya yang dimaksud diperjelas sebelum pihak sekolah memberikan keterangan lebih lanjut.
“Mohon maaf saya sedang dalam perjalanan ke Probolinggo ada dinas luar dan Kepala MAN Diklat sampai hingga hari Jumat,” tulis Malik dalam pesan balasannya.
Ia juga menyebut terdapat sejumlah kegiatan di MAN Lumajang dan meminta konfirmasi dapat ditindaklanjuti pada Rabu sekitar pukul 10.00 WIB.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak MAN Lumajang mengenai dasar penetapan SPP Rp200.000 per bulan, iuran tahunan Rp4,5 juta, biaya LKS, maupun paket seragam Rp1,6 juta.
Keluhan tersebut menjadi perhatian wali murid yang meminta adanya transparansi terkait seluruh pembiayaan siswa.
Mereka berharap pihak sekolah dapat menjelaskan secara terbuka dasar setiap pungutan, mekanisme penetapan, serta penggunaan dana yang dibebankan kepada orang tua.
Wali murid juga meminta pihak berwenang melakukan penelusuran apabila ditemukan pungutan yang tidak memiliki dasar dan mekanisme yang jelas.
Langkah tersebut dinilai penting agar pembiayaan pendidikan tidak menjadi beban berlebihan bagi keluarga siswa serta tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Berita Terkait
Pendidikan