Kekeringan Berkepanjangan, Demokrat Jatim Kerahkan Kader Petakan Krisis Air Bersih
A
Abdullah AT
17 August 2026, 09:28
WIB
16 Pembaca
Liputanjatim.com — Kekeringan berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah Jawa Timur mendorong Partai Demokrat Jatim mengambil langkah cepat untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Demokrat Jatim memastikan bantuan air bersih akan disalurkan ke daerah-daerah yang terdampak, termasuk wilayah pelosok yang membutuhkan perhatian lebih.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono, menegaskan bahwa akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda, terutama ketika masyarakat menghadapi kemarau panjang.
"Partai kami hadir di tengah masyarakat, terlebih dalam pemenuhan kebutuhan air bersih," ujarnya, Minggu (16/8/2026).
Bendahara DPD Demokrat Jatim tersebut mengatakan, penyaluran bantuan akan dikoordinasikan dengan BPBD Jatim serta BPBD kabupaten/kota. Koordinasi diperlukan untuk memetakan titik-titik wilayah yang mengalami krisis air sekaligus memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran.
Gerakan tersebut, lanjut Agung, tidak hanya mengandalkan struktur partai di tingkat provinsi. Kader Demokrat di seluruh kabupaten/kota juga akan dilibatkan untuk mendeteksi kondisi masyarakat di lapangan.
"Seluruh kader mulai tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota bergerak membantu memenuhi kebutuhan air bersih di daerah yang membutuhkan," tegas penggemar gowes tersebut.
Anggota DPRD Jatim tiga periode itu menilai bantuan air bersih bukan sekadar agenda sosial partai, melainkan bentuk konkret kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi persoalan kebutuhan dasar.
"Ini persoalan kemanusiaan. Karena itu, Demokrat Jatim akan berupaya hadir dan bergerak bersama masyarakat agar kebutuhan air bersih bisa terpenuhi," katanya.
Minta Pengampu Dapil Turun Langsung
Agung secara khusus meminta seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat, terutama pengampu daerah pemilihan (dapil) di DPRD Jatim maupun DPRD kabupaten/kota, tidak bersikap pasif menghadapi persoalan kekeringan.
Para pengampu dapil diminta segera turun ke lapangan untuk memetakan desa maupun kawasan yang mengalami kesulitan air bersih. Pemetaan tersebut dinilai penting agar bantuan tidak hanya bergerak berdasarkan laporan yang masuk, tetapi berdasarkan kondisi riil masyarakat.
Menurut Agung, anggota legislatif memiliki tanggung jawab untuk memastikan persoalan yang dialami masyarakat di daerah pemilihannya dapat terdeteksi sejak awal.
"Saya akan telepon dan mengimbau seluruh anggota fraksi pengampu dapil untuk segera turun dan memetakan daerah mana saja yang membutuhkan bantuan air bersih. Jangan sampai ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air tetapi tidak terpantau," pungkas Agung.
Demokrat Jatim memastikan bantuan air bersih akan disalurkan ke daerah-daerah yang terdampak, termasuk wilayah pelosok yang membutuhkan perhatian lebih.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono, menegaskan bahwa akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda, terutama ketika masyarakat menghadapi kemarau panjang.
"Partai kami hadir di tengah masyarakat, terlebih dalam pemenuhan kebutuhan air bersih," ujarnya, Minggu (16/8/2026).
Bendahara DPD Demokrat Jatim tersebut mengatakan, penyaluran bantuan akan dikoordinasikan dengan BPBD Jatim serta BPBD kabupaten/kota. Koordinasi diperlukan untuk memetakan titik-titik wilayah yang mengalami krisis air sekaligus memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran.
Gerakan tersebut, lanjut Agung, tidak hanya mengandalkan struktur partai di tingkat provinsi. Kader Demokrat di seluruh kabupaten/kota juga akan dilibatkan untuk mendeteksi kondisi masyarakat di lapangan.
"Seluruh kader mulai tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota bergerak membantu memenuhi kebutuhan air bersih di daerah yang membutuhkan," tegas penggemar gowes tersebut.
Anggota DPRD Jatim tiga periode itu menilai bantuan air bersih bukan sekadar agenda sosial partai, melainkan bentuk konkret kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi persoalan kebutuhan dasar.
"Ini persoalan kemanusiaan. Karena itu, Demokrat Jatim akan berupaya hadir dan bergerak bersama masyarakat agar kebutuhan air bersih bisa terpenuhi," katanya.
Minta Pengampu Dapil Turun Langsung
Agung secara khusus meminta seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat, terutama pengampu daerah pemilihan (dapil) di DPRD Jatim maupun DPRD kabupaten/kota, tidak bersikap pasif menghadapi persoalan kekeringan.
Para pengampu dapil diminta segera turun ke lapangan untuk memetakan desa maupun kawasan yang mengalami kesulitan air bersih. Pemetaan tersebut dinilai penting agar bantuan tidak hanya bergerak berdasarkan laporan yang masuk, tetapi berdasarkan kondisi riil masyarakat.
Menurut Agung, anggota legislatif memiliki tanggung jawab untuk memastikan persoalan yang dialami masyarakat di daerah pemilihannya dapat terdeteksi sejak awal.
"Saya akan telepon dan mengimbau seluruh anggota fraksi pengampu dapil untuk segera turun dan memetakan daerah mana saja yang membutuhkan bantuan air bersih. Jangan sampai ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air tetapi tidak terpantau," pungkas Agung.
A
Abdullah AT
Jurnalis dan Kontributor Berita LiputanJatim.com