KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Berita 04 Dec 2025, 18:00 WIB

Kedai Makan di Malang Bagikan Makanan Gratis untuk Warga Aceh Terdampak Banjir

Liputanjatim.com - Sebuah kedai makan di Kota Malang memberikan makanan gratis bagi warga Aceh yang berada di perantauan, khususnya mereka yang keluarganya ter...

N

Nisa Ab.

Jurnalis LiputanJatim

1 Pembaca
Kedai Makan di Malang Bagikan Makanan Gratis untuk Warga Aceh Terdampak Banjir

Liputanjatim.com - Sebuah kedai makan di Kota Malang memberikan makanan gratis bagi warga Aceh yang berada di perantauan, khususnya mereka yang keluarganya terdampak banjir bandang di Aceh. Program ini digagas untuk meringankan beban warga Aceh yang kesulitan berkomunikasi maupun menerima kiriman uang dari kampung halaman selama masa bencana.

Di kedai makan yang berlokasi di Jalan Candi Trowulan tersebut, warga Aceh hanya perlu menunjukkan KTP untuk bisa menikmati hidangan gratis. Mereka dapat memilih menu nasi lemak ayam atau tongkol, lengkap dengan es teh sebagai minuman.

Kebijakan ini dimanfaatkan oleh banyak warga Aceh di Malang, terutama mahasiswa yang saat ini terdampak keterlambatan kiriman dana dari keluarga. Keterbatasan akses internet di Aceh serta matinya jaringan listrik membuat akses ATM dan layanan perbankan terputus total.

Harisul Qiram, mahasiswa asal Aceh yang menempuh pendidikan di Malang, mengaku sangat terbantu dengan program ini. Ia sempat dilanda kecemasan ketika banjir melanda daerahnya dan komunikasi dengan keluarga terhenti.

Ia mengaku bersyukur saat akhirnya mendapat kabar bahwa seluruh keluarganya selamat, serta merasa terbantu dengan adanya makanan gratis di tengah situasi tidak menentu. "Bagi kami sebagai mahasiswa di perantauan cukup terbantu dengan adanya makan gratis ini. Sambil menunggu kabar lanjutan dari kampung halaman," kata Harisul kepada wartawan, Kamis (4/12/2025).

Hal senada disampaikan oleh Cut Ulfia, mahasiswa asal Banda Aceh. Ia mengetahui program ini dari teman-temannya dan langsung mencobanya. Menurutnya, makanan gratis ini sangat membantu mengurangi beban pengeluaran sementara menunggu kondisi di Aceh kembali pulih.
"Sangat membantu, setidaknya tidak perlu memikirkan makan lagi, mikir kuliah saja," ucapnya.

Program ini sendiri digagas oleh pemilik Kedai Jasa Ayah, Siti Hajnia. Perempuan asal Bireuen, Aceh, itu mengatakan bahwa keluarganya di kampung halaman juga terdampak banjir bandang. Karena itu, ia merasa terpanggil membantu warga Aceh yang sedang berada jauh dari keluarga.
"Akhirnya yang pertama terpikirkan adalah bantu teman-teman mahasiswa yang ada di Malang. Karena mereka juga pasti kesusahan nggak dapat kiriman dari orang tua, belum dapat kabar dari orang tuanya di sana," ungkapnya.

Siti Hajnia menjelaskan bahwa program ini berlaku di empat kedai miliknya, dua di Kota Malang dan dua lainnya di Yogyakarta. Bantuan makanan ini sudah diberikan sejak Sabtu (29/11/2025) dan akan terus berjalan hingga waktu yang belum ditentukan.

"Sementara kita fokuskannya ke teman-teman yang KTP-nya Aceh. Jadi teman-teman itu tinggal datang dan bisa langsung klaim untuk sarapan atau makan gratis di sini," tuturnya.

Kedai tersebut bahkan tidak memberikan batasan jumlah kunjungan ataupun frekuensi makan setiap harinya bagi warga Aceh.
"Pembatasan nggak ada, jadi sehari bebas boleh klaim berapapun, terus besoknya balik lagi pun juga boleh," ujar perempuan berusia 38 tahun itu.

Ia berharap program ini mampu meringankan beban mahasiswa Aceh di Malang dan Yogyakarta, yang kini tengah menunggu kabar dari keluarga serta kiriman uang yang terhambat akibat bencana. "Saya harap bisa membantu mereka yang jauh dari keluarga, sambil menunggu kabar, dan kiriman uang di tengah kondisi bencana di sana," pungkasnya.

Bagikan informasi ini: