Harga Cabai Jatim Bergejolak: Curah Hujan dan Virus Antraknosa Picu Kenaikan
Liputanjatim.com – Harga komoditas pangan utama, yaitu cabai merah besar dan cabai rawit, di Jawa Timur dilaporkan mengalami gejolak signifikan akibat faktor c...
Haris
Jurnalis LiputanJatim
Liputanjatim.com – Harga komoditas pangan utama, yaitu cabai merah besar dan cabai rawit, di Jawa Timur dilaporkan mengalami gejolak signifikan akibat faktor cuaca ekstrem dan serangan penyakit.
Wakil Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Jatim, Nanang Triatmoko, mengungkapkan bahwa penyebab utama dari kenaikan harga ini adalah curah hujan yang cukup tinggi yang menghambat proses panen.
"Saat ini kondisinya hujan deras cukup tinggi. Sebenarnya stoknya ada di kebun, hanya saja petani tidak mau memanen karena kondisi hujan," ujar Nanang Triatmoko. Ia menjelaskan bahwa pemanenan cabai dalam kondisi basah akan mempercepat pembusukan saat pengiriman, sehingga petani memilih menunda panen, yang secara langsung mengurangi pasokan di pasar.
Selain curah hujan, Nanang menambahkan bahwa mahalnya cabai juga disebabkan oleh serangan virus antraknosa di sejumlah daerah sentra produksi. Virus yang dipicu oleh kondisi cuaca ini merusak hasil panen petani.
Prediksi dan Kondisi Pasar Terkini
Meski terjadi kenaikan, AACI Jatim memprediksi bahwa lonjakan harga ini bersifat sementara dan diperkirakan tidak akan berlanjut hingga periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). "Dalam waktu dekat ada daerah yang panen raya," katanya, memberikan sinyal positif terhadap stabilisasi harga.
Data terbaru dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur per 18 November 2025 menunjukkan bahwa fluktuasi harga masih terjadi, meskipun beberapa jenis mulai menunjukkan tren penurunan rata-rata:
| Komoditas | Harga Rata-rata Jatim (Awal Kenaikan) | Harga Rata-rata Jatim (18 Nov 2025) | Wilayah Harga Tertinggi |
| Cabai Merah Besar | Rp 50.337/kg | Rp 50.308/kg (Tren Stabil) | Kota Malang (Rp 62.000/kg) |
| Cabai Rawit Merah | Rp 32.929/kg | Rp 29.994/kg (Tren Turun) | Kab. Pacitan (Rp 43.333/kg) |
| Cabai Merah Keriting | N/A | Rp 45.743/kg (Mulai Stabil) | Kota Blitar (Rp 55.000/kg) |
Harga di Surabaya Lebih Tinggi
Sebagai pusat distribusi, harga cabai di Kota Surabaya tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Timur:
- Cabai Merah Besar: Rp 52.000/kg
- Cabai Rawit Merah: Rp 32.000/kg
- Cabai Merah Keriting: Rp 48.000/kg
Kenaikan harga ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan masyarakat, terutama dalam menjaga daya beli menjelang akhir tahun.