Gelar Nuzulul Quran, Ponpes Denanyar Jombang Doakan Keselamatan dan Kemenangan Iran
Liputanjatim.com — Momentum Nuzulul Quran di bulan Ramadhan tidak disia-siakan oleh Pondok Pesantren Denanyar Jombang. Momentum bersejarah ini diperingati oleh...
Abdullah AT
Jurnalis LiputanJatim
Liputanjatim.com — Momentum Nuzulul Quran di bulan Ramadhan tidak disia-siakan oleh Pondok Pesantren Denanyar Jombang. Momentum bersejarah ini diperingati oleh ribuan santri dengan menggelar doa bersama untuk umat Islam serta bangsa Iran yang saat ini mengalami kondisi peperangan melawan AS-Israel, Jumat (6/3/2026) malam.
Dipimpin langsung oleh KH Zainal Arifin Abu Bakar, ribuan santri juga mengirimkan doa untuk pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei yang dikabarkan shahid dalam serangan Amerika Serikat–Israel pada 3 Maret 2026.
Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang KH Abdussalam Shohib berpesan agar umat Islam di Indonesia memperbanyak rasa syukur kepada Allah atas nikmat keamanan dan ketenteraman yang diberikan, sehingga masyarakat Indonesia masih bisa memperingati Nuzulul Quran di bulan Ramadhan.
"Sekarang di jazirah Arab mungkin gak ada yang sempat nuzulul Quran. Karena situasinya tidak aman. Kita semuanya di Indonesia diberi situasi yang aman, tentram, maka harus bersyukur," kata Gus Salam sapaan akrabnya.
Cucu pendiri NU KH Bisri Syansuri ini menegaskan bahwa pondok pesantren Denanyar Jombang berada pada posisi mendukung bangsa yang dahulu masyhur dikenal dengan sebutan Persia tersebut dalam menghadapi serangan AS-Israel. Bahkan, foto Ali Khamenei terpampang dalam acara Nuzulul Quran sebagai bentuk dukungan kepada bangsa Iran.
Gus Salam mengatakan, serangan terhadap Iran oleh Amerika Serikat dan Israel dinilai telah melanggar hukum internasional dan tidak dapat dibenarkan karena tidak memiliki alasan yang jelas.
Ia juga mendorong Pemerintah Indonesia untuk keluar dari kerja sama BoP (Board of Peace) yang dibentuk Presiden Amerika Donald Trump. Pasalnya Amerika sendirilah pelanggar perdamaian dunia.
"[Amerika] yang arogan, dengan semena-mena melanggar hukum internasional, dengan menyerang negara lain tanpa alasan yang jelas," katanya.
Menurutnya, simpati dan keberpihakan Pondok Pesantren Denanyar kepada Iran yang saat ini berada dalam kondisi sulit karena diserang Amerika Serikat dan Israel merupakan hal yang wajar sebagai bentuk solidaritas sesama Muslim.
"Walaupun pemimpin kita mungkin punya sikap yang berbeda, kita sebagai muslim, kita mungkin tegas kita berada berdiri bersama dengan bangsa Iran," ujarnya.
Bagi Gus Salam, Iran merupakan bangsa dengan sejarah panjang yang memiliki kontribusi besar dalam peradaban Islam. Di negeri tersebut lahir banyak tokoh cendekiawan Muslim dunia seperti Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali al-Tusi, Abi Nu'aim al-Ashfahani, dan Al-Khawarizmi, yang karya-karyanya hingga kini masih menjadi referensi umat Islam.
"Iran itu sebuah negara yang sangat bersejarah," kata dia.
"Artinya apa itu menunjukkan bahwa ada kedekatan keilmuan antara kita," lanjutnya.
Sejarah panjang Iran, lanjut Gus Salam, juga telah dikenal sejak masa Nabi Muhammad SAW. Salah satu tokoh besar dari Iran adalah sahabat Nabi, Salman Al Farisi.
"Salman tokoh Iran. Kira-kira itu nenek moyangnya Ali Khomeini ini. Beliau itu adalah sohabat ahli strategi dan yang berinisiasi, memberikan strategi parit di dalam perang Khoondak, itu Salman al-Farisi," tuturnya.
Lebih dari itu, bangsa Iran disebut sebagai bangsa yang memiliki iman yang kokoh dan keberanian yang kuat. Bahkan meski sejumlah negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan Bahrain disebut turut membantu Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran, negara tersebut dinilai masih mampu bertahan.
"Sampai saat ini Alhamdulillah Iran bertahan. Semoga-semoga menang Iran. Barokai santri-santri, barokai Nuzulul Quran malam ini, Iran diberikan ketangguhan, ketabahan dan kemenangan oleh Allah SWT," pungkas Gus Salam.