Logo Header
Home / Pendidikan

ECO Pesantren PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Bekali Santri Pendidikan Ekologis dan Ekonomi Kreatif

Haris / Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:28 WIB / 19 views
ECO Pesantren PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Bekali Santri Pendidikan Ekologis dan Ekonomi Kreatif

JOMBANG, Liputanjatim.com - Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, terus mendorong lahirnya generasi santri yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan akhlak, tetapi juga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program ECO Pesantren dengan penguatan konsep Khalifah Green Behavior.

Program tersebut dirancang sebagai pendidikan lingkungan berbasis pesantren yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan. ECO Pesantren tidak sekadar berorientasi pada kegiatan kebersihan maupun penghijauan, tetapi mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kesadaran ekologis, perubahan perilaku, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

Majelis Pengasuh PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Dr. KH. M. Hasib Wahab Chasbullah, mengatakan program ECO Pesantren merupakan amanah yang harus diimplementasikan sebagai bagian dari ajaran Islam.

“Eco Pesantren ini sebagai amanah yang tidak bisa ditolak karena dalam rangka mengimplementasikan hadis النظافة من الإيمان,” ujarnya.

Dari Pengetahuan Menuju Kesadaran Ekologis

Konsep Khalifah Green Behavior menjadi salah satu fondasi utama dalam program tersebut. Santri diarahkan untuk memahami posisi manusia sebagai khalifah fil ardh yang memiliki tanggung jawab menjaga dan merawat bumi.

KH. Abdurrozaq Sholeh menjelaskan, kesadaran tersebut nantinya diterjemahkan dalam kebiasaan sehari-hari di lingkungan pesantren.

“Santri diharapkan mampu memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari menjalankan amanah sebagai khalifah fil ardh. Kesadaran tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam kebiasaan sehari-hari, seperti mengurangi sampah, memilah dan mengelola sampah, menghemat air dan energi, menjaga kebersihan, serta menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab,” katanya.

Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag, selaku Dewan Pakar ECO Pesantren, mengatakan pendidikan lingkungan dalam program tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran ekologis yang kemudian diwujudkan melalui perilaku nyata.

“Melalui kurikulum dan modul ECO Pesantren, santri akan mendapatkan pengalaman belajar yang mendorong mereka memahami hubungan antara manusia, alam, dan keberlanjutan. Pendidikan lingkungan diarahkan tidak hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi membangun kesadaran ekologis (ecological awareness) yang kemudian diwujudkan dalam perilaku nyata,” jelas Evi.

Menurutnya, pendekatan Khalifah Green Behavior diharapkan mampu mendorong perubahan dari sekadar mengetahui persoalan lingkungan menjadi kemauan dan kemampuan untuk melakukan tindakan ramah lingkungan secara konsisten.

“Perubahan yang diharapkan bukan sekadar ‘tahu tentang lingkungan’, tetapi mau, mampu, dan terbiasa melakukan tindakan yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Sampah Jadi Peluang Ekonomi Kreatif

Selain membangun kepedulian ekologis, ECO Pesantren juga memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan melalui pemanfaatan sampah.

Dr. Nur Fitriatin, M.Ed, sebagai Dewan Pakar ECO Pesantren, mengatakan santri didorong untuk melihat sampah bukan hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, melainkan material yang masih memiliki nilai dan dapat dikembangkan menjadi produk kreatif.

Santri akan belajar mulai dari mengidentifikasi dan memilah sampah, mengolah material, menciptakan produk, hingga memahami potensi nilai ekonomi dari bahan yang sebelumnya dianggap tidak berguna.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membangun dua kesadaran sekaligus, yakni kesadaran ekologis dan kesadaran kewirausahaan.

Dengan demikian, pengelolaan sampah di lingkungan pesantren tidak berhenti sebagai aktivitas kebersihan. Kegiatan tersebut diarahkan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dapat melahirkan inovasi, kreativitas, keterampilan, sekaligus peluang ekonomi.

Mochammad Syafii, M.B.A, salah satu tim ahli atau Dewan Pakar ECO Pesantren, menegaskan bahwa aspek ekonomi kreatif juga akan diukur secara terencana.

Menurut Syafii, pengukuran diperlukan untuk melihat sejauh mana santri mampu mengembangkan produk maupun aktivitas bernilai ekonomi melalui pemanfaatan sampah.

“Keberhasilan aspek ekonomi kreatif tersebut juga akan diukur secara terencana, sehingga program dapat melihat sejauh mana santri mampu mengembangkan produk atau aktivitas bernilai ekonomi dari pemanfaatan sampah,” tegasnya.

Pengukuran tersebut menjadi bagian penting agar program tidak hanya menghasilkan aktivitas sesaat, tetapi mampu menciptakan perubahan yang nyata dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Dibangun dengan Kurikulum dan Pengukuran

ECO Pesantren dikembangkan dengan perangkat pembelajaran yang mencakup kurikulum, modul, aktivitas pembelajaran, praktik lapangan, hingga instrumen pengukuran keberhasilan.

Evi Fatimatur Rusydiyah menambahkan, perangkat tersebut disusun untuk memastikan program dapat berjalan secara sistematis dan memiliki arah pengembangan yang jelas.

Sementara itu, Dr. Arif Mansyuri, S.Pd.I, M.Pd, selaku Dewan Pakar ECO Pesantren, mengatakan pengukuran program tidak hanya berfokus pada tingkat pengetahuan santri.

“Pengukuran tidak hanya melihat aspek pengetahuan santri, tetapi juga perkembangan kesadaran ekologis, perubahan perilaku, keterampilan pengelolaan lingkungan, kreativitas, serta kemampuan menghasilkan nilai ekonomi dari pemanfaatan sumber daya yang tersedia,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, ECO Pesantren diarahkan menjadi model pendidikan lingkungan berbasis pesantren yang dapat dipantau, dievaluasi, dan terus disempurnakan sesuai kebutuhan.

Didukung Dewan Pakar

Pengembangan ECO Pesantren turut didukung oleh Dewan Pakar yang memiliki latar belakang keilmuan dan pengalaman di bidang pendidikan, manajemen, serta pengembangan program.

Dewan Pakar ECO Pesantren terdiri dari:

1. Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur Rusydiyah, M.Ag

2. Dr. Nur Fitriatin, M.Ed

3. Mochammad Syafii, M.B.A

4. Dr. Arif Mansyuri, S.Pd.I, M.Pd

5. Faizun Amir, S.Ag, S.Pd, M.Pd

Kehadiran Dewan Pakar tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan ECO Pesantren dikembangkan melalui pendekatan ilmiah, edukatif, kontekstual, serta relevan dengan kebutuhan pesantren dan tantangan lingkungan saat ini.

Membentuk Generasi Khalifah yang Berdampak

Pada akhirnya, ECO Pesantren tidak hanya diarahkan untuk mengelola sampah atau membuat lingkungan pesantren menjadi lebih hijau. Program ini menjadi ikhtiar untuk membentuk karakter santri sebagai generasi khalifah yang memiliki kesadaran ekologis, perilaku ramah lingkungan, kreativitas, serta kemampuan menciptakan nilai ekonomi secara bertanggung jawab.

Dari kurikulum lahir pengetahuan. Dari pengetahuan tumbuh kesadaran. Dari kesadaran lahir perilaku. Dari perilaku yang dilakukan secara konsisten, kemudian terbentuk budaya hijau yang berkelanjutan.

ECO Pesantren membawa pesan bahwa menjadi khalifah berarti menjaga bumi, mengubah perilaku, sekaligus menciptakan kebermanfaatan.

Melalui konsep Khalifah Green Behavior, PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang diharapkan tidak hanya melahirkan santri yang cerdas dan berakhlak, tetapi juga generasi yang mampu menjadi pelopor perubahan lingkungan dan ekonomi kreatif berbasis keberlanjutan di tengah masyarakat.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari dedikasi PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang dalam mendorong terwujudnya Indonesia yang lebih ramah lingkungan.

ECO Pesantren - Green Behavior, Creative Action, Sustainable Future.

ECO Pesantren merupakan program pendidikan lingkungan berbasis pesantren yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, pendidikan ekologis, perubahan perilaku, dan ekonomi kreatif.

Program dikembangkan melalui kurikulum, modul, aktivitas pembelajaran, praktik pemanfaatan sampah, serta pengukuran keberhasilan untuk membangun budaya lingkungan yang berkelanjutan.

Tag: #PP Bahrul Ulum Tampakberas #ECO Pesantren
ADVERTISEMENT
Haris

Haris

Jurnalis dan Kontributor Berita LiputanJatim.com