KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Berita 15 Oct 2025, 18:45 WIB

Dukung Gerakan #BoikotTrans7, Garda Bangsa Surabaya Tegaskan Perlindungan Santri dan Pesantren

Liputanjatim.com — Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Kota Surabaya menyatakan sikap tegas terhadap tayangan program Xpose Uncensored di stasiun televi...

A

Abdullah AT

Jurnalis LiputanJatim

1 Pembaca
Dukung Gerakan #BoikotTrans7, Garda Bangsa Surabaya Tegaskan Perlindungan Santri dan Pesantren

Liputanjatim.com — Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Kota Surabaya menyatakan sikap tegas terhadap tayangan program Xpose Uncensored di stasiun televisi Trans7 yang dinilai melecehkan santri dan pondok pesantren.

Dalam rilis resminya, Ketua DKC Garda Bangsa Surabaya Nasfa Uuth Akhmadie menegaskan dukungan penuh terhadap gerakan #BoikotTrans7 dan menuntut pihak Trans7 untuk segera menghentikan siarannya di wilayah Surabaya dan Jawa Timur, serta menyampaikan permintaan maaf resmi dan klarifikasi tertulis dalam waktu satu hari kerja.

“Sebagai santri dan alumni pesantren, kami tidak akan tinggal diam saat harga diri dan kehormatan lembaga kami dihina. Kami tegas menuntut Trans7 mengambil tindakan nyata dan bertanggung jawab penuh,” ujar Mas Uuth dalam keterangannya di Surabaya, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, penghinaan terhadap pondok pesantren dan santri tidak dapat dibiarkan, mengingat pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berperan penting dalam membentuk karakter kebangsaan dan keagamaan. Karena itu, pihaknya menuntut Trans7 untuk:

1. Menghentikan sementara seluruh proses siaran lokal di wilayah Jawa Timur hingga persoalan selesai.

2. Menghapus tayangan Xpose Uncensored dari seluruh platform digital termasuk YouTube dan media sosial.

3. Menayangkan permintaan maaf terbuka melalui program yang sama dengan memberikan hak jawab kepada pondok pesantren dan para kiai yang merasa dihina.

4. Mengirimkan klarifikasi resmi tertulis kepada DKC Garda Bangsa Surabaya sebagai bentuk pertanggungjawaban.

DKC Garda Bangsa Surabaya menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar bentuk protes, tetapi juga gerakan moral untuk melindungi marwah pesantren dan para santri.

Sebagai organisasi yang mewadahi santri dan kader bangsa, Garda Bangsa Surabaya selama ini aktif memperkuat karakter keislaman dan kebangsaan, serta menjadi bagian dari gerakan nasional “Ayo Mondok” yang mengajak generasi muda untuk belajar di pesantren.

Bagikan informasi ini: