Dua Kabupaten di Jatim Belum Teraliri Listrik Secara Merata
Liputanjatim.com - Komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan listrik hingga ke pelosok daerah dinilai masih belum maksimal. Kondisi ini, antara lain, terjad...
Abdullah AT
Jurnalis LiputanJatim
Liputanjatim.com - Komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan listrik hingga ke pelosok daerah dinilai masih belum maksimal. Kondisi ini, antara lain, terjadi di Kabupaten Situbondo dan Bondowoso, di mana masih terdapat warga, khususnya masyarakat miskin di desa-desa terpencil, yang belum menikmati aliran listrik.
“Dari serap aspirasi beberapa waktu lalu, warga di pelosok di Situbondo dan Bondowoso mengeluhkan belum menikmati listrik,” kata anggota DPRD Jawa Timur, Yoyok Mulyadi, Rabu (25/2/2026).
Politisi PKB tersebut mengungkapkan, terdapat sekitar 100 rumah warga miskin di Bondowoso dan Situbondo yang hingga kini belum teraliri listrik.
“Saya mendorong agar warga di dua wilayah tersebut segera terpenuhi kebutuhan listriknya,” ujar anggota Komisi D DPRD Jatim itu.
Mantan Wakil Bupati Situbondo tersebut menegaskan, keberadaan listrik memiliki manfaat besar bagi warga miskin di Situbondo dan Bondowoso, mulai dari aspek ekonomi, pendidikan, hingga kesejahteraan sosial.
“Akses listrik memberikan dampak transformatif bagi warga miskin, mulai dari pengurangan biaya pengeluaran hingga peningkatan peluang ekonomi,” jelasnya.
Yoyok memaparkan, listrik memungkinkan warga menjalankan berbagai usaha rumahan seperti warung, bengkel, maupun produksi makanan yang membutuhkan peralatan elektronik.
Selain itu, penggunaan listrik untuk penerangan dinilai jauh lebih hemat dibandingkan lampu minyak tanah (kerosene). Dengan demikian, keluarga dapat mengurangi pengeluaran dan mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan lainnya, termasuk kebutuhan non-pangan.
“Karena itu, pemenuhan akses listrik ini harus menjadi prioritas agar warga di pelosok benar-benar merasakan kehadiran negara,” tandasnya.
Berita Terkait
Pemerintahan
Anggaran Berulang Jadi Sorotan, Khofidah Minta Program Pembangunan Jatim Lebih Akuntabel
Pemerintahan