KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Pemerintahan 13 Mar 2026, 13:57 WIB

Anggota Komisi D DPRD Jatim Dorong Arus Mudik Disiapkan Secara Profesional

Liputanjatim.com – Menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, dr Agung Mulyono, menyoroti kesiapan in...

A

Abdullah AT

Jurnalis LiputanJatim

1 Pembaca
Anggota Komisi D DPRD Jatim Dorong Arus Mudik Disiapkan Secara Profesional

Liputanjatim.com – Menjelang arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, dr Agung Mulyono, menyoroti kesiapan infrastruktur serta layanan transportasi bagi para pemudik.

Ia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur menyiapkan arus mudik Lebaran 2026 secara profesional, termasuk dalam pelaksanaan program mudik gratis yang menjadi salah satu layanan bagi masyarakat.

“Kami ingin Dishub tentunya mengolah dengan profesional, karena dengan mudik gratis harapannya menekan risiko kecelakaan,” kata dr Agung di Surabaya, Kamis (12/3/2026) malam.

Menurutnya, program Mudik Gratis 2026 diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan perjalanan, tetapi juga membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman tanpa terbebani biaya transportasi yang tinggi.

“Yang kedua membantu mereka, meringankan mereka, dengan mudik gratis itu. Harapan saya, Dishub mengatur betul, kalau perlu permudah daftarnya dengan online,” ucap dia.

Selain itu, Agung menekankan pentingnya penerapan konsep 3S dalam penyelenggaraan mudik, yakni sukses persiapan, sukses pelaksanaan, serta sukses setelah kegiatan hingga para pemudik tiba di tujuan dengan selamat.

“Kembali 3S konsepnya, sukses persiapan, sukses acara, sukses pascanya, sampai tujuan. Artinya, inginnya ke sana,” tegasnya.

Di samping sektor transportasi, Agung juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan pemudik selama perjalanan. Ia mengimbau Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Timur agar melakukan langkah pencegahan sejak dini terhadap potensi kerusakan jalan.

“Dan saya juga sebagai (anggota) Komisi D mengimbau Bina Marga melakukan preventive action, tidak nunggu korektif,” jelas dia.

Ia menegaskan perbaikan jalan seharusnya dilakukan sebelum terjadi kecelakaan, terutama pada ruas jalan yang mengalami kerusakan atau berlubang.

“Artinya apa? Jalan-jalan yang rusak, jalan-jalan yang berlubang, segera ditambal. Tidak nunggu kecelakaan, baru action, enggak. Jadi kita preventive action namanya,” ujarnya.

Agung juga mengaku turut memantau kondisi jalan di daerah pemilihannya (Dapil) serta berkoordinasi dengan pihak terkait agar perbaikan bisa segera dilakukan.

“Saya juga turun ke Dapil, saya telepon, kalau PT benerin, (jalan) yang lagi enggak bagus benerin, toh ada anggaranya juga, mereka support,” ungkap dia.

Terkait potensi gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM) menjelang arus mudik, termasuk dampak situasi geopolitik global seperti konflik di Timur Tengah, Agung memastikan pihaknya akan berupaya maksimal agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

“Sebagai wakil rakyat tentunya akan berupaya seoptimal mungkin demi kelancaran mudik ini, demi terlayani warga masyarakat yang bermudik ini,” ujar Anggota

Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim tersebut.
Ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengaduan yang telah disediakan jika menemukan kendala selama perjalanan mudik.

“Masyarakat tidak usah segan-segan, sekarang era digital, kalau ada keluhan-keluhan yang begitu masyarakat kelancaran, telepon,” pesannya.

Menurutnya, sejumlah instansi telah memiliki kanal komunikasi yang dapat diakses masyarakat untuk menyampaikan keluhan maupun laporan.

“Saya yakin di Bina Marga itu ada call centernya, di Dishub pun ada call centernya. Saya yakin Pertamina pun ada call center,” katanya.

Namun demikian, dr Agung mengingatkan agar masyarakat menggunakan fasilitas pengaduan tersebut secara bijak dan benar-benar untuk kepentingan publik.

“Hari gini dimudahkan (dengan) digitalisasi, tapi betul-betul komplainnya memang untuk masyarakat, tidak untuk pribadi,” tutupnya.

Bagikan informasi ini: