KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Gaya Hidup 06 Aug 2026, 07:13 WIB

Tips! Saving Money dan Menambah Income di Tengah Kondisi Ekonomi yang Serba Menantang

Di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah, mengatur keuangan menjadi tantangan tersendiri. Harga kebutuhan sehari-hari, biaya transportasi, tagihan, hingga kebutuhan hiburan dapat menguras penghasilan jika tidak dikelola dengan baik.

P

Pamela

Jurnalis LiputanJatim

1 Pembaca
Tips! Saving Money dan Menambah Income di Tengah Kondisi Ekonomi yang Serba Menantang

Liputanjatim - Di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah, mengatur keuangan menjadi tantangan tersendiri. Harga kebutuhan sehari-hari, biaya transportasi, tagihan, hingga kebutuhan hiburan dapat menguras penghasilan jika tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, memiliki strategi untuk saving money sekaligus menambah income menjadi langkah penting agar kondisi finansial tetap sehat. Menabung tidak selalu harus dimulai dengan nominal besar.

Begitu pula menambah penghasilan tidak harus langsung dengan pekerjaan sampingan yang menyita banyak waktu.

Berikut sejumlah tips yang bisa diterapkan untuk menjaga keuangan tetap aman di tengah kondisi ekonomi saat ini.

1. Kenali Ke mana Uang Pergi

Langkah pertama adalah mengetahui pola pengeluaran setiap bulan. Catat seluruh pemasukan dan pengeluaran, termasuk pengeluaran kecil seperti kopi, makanan ringan, ongkos perjalanan, hingga biaya langganan aplikasi.

Dari catatan tersebut, seseorang bisa mengetahui pengeluaran mana yang benar-benar penting dan mana yang sebenarnya dapat dikurangi.

Metode sederhana yang bisa digunakan adalah membagi penghasilan ke dalam beberapa pos, seperti kebutuhan pokok, tabungan, dana darurat, cicilan, dan kebutuhan hiburan.

2. Terapkan Prinsip “Pay Yourself First

Jangan menunggu uang tersisa untuk menabung. Sebaliknya, sisihkan uang untuk tabungan segera setelah menerima penghasilan.

Misalnya, tentukan 10–20 persen dari penghasilan sebagai dana yang langsung masuk ke rekening tabungan. Dengan cara ini, menabung menjadi kebiasaan rutin, bukan sekadar aktivitas yang dilakukan ketika kondisi keuangan sedang longgar.

Jika penghasilan belum memungkinkan untuk menyisihkan 10 persen, tidak masalah memulai dari nominal yang lebih kecil. Konsistensi lebih penting daripada jumlah besar yang hanya dilakukan sesekali.

3. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Salah satu penyebab sulitnya menabung adalah pengeluaran impulsif. Sebelum membeli sesuatu, coba tanyakan kepada diri sendiri: apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya diinginkan?

Gunakan aturan sederhana, misalnya menunda pembelian selama 24 jam untuk barang yang tidak mendesak. Jika setelah satu hari barang tersebut masih dianggap penting, barulah pertimbangkan untuk membelinya.

Kebiasaan kecil ini dapat membantu mengurangi pembelian spontan yang sering kali tidak masuk dalam rencana anggaran.

4. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Terasa

Ada pengeluaran yang terlihat kecil tetapi jika dikumpulkan dalam sebulan jumlahnya cukup besar.

Contohnya biaya makan di luar, pesan makanan melalui aplikasi, ongkos transportasi yang sebenarnya bisa ditekan, hingga berbagai layanan berlangganan yang jarang digunakan.

Bukan berarti seluruh pengeluaran tersebut harus dihentikan. Yang penting adalah mengevaluasi kembali apakah biaya tersebut sebanding dengan manfaat yang diperoleh.

5. Buat Dana Darurat

Menabung bukan hanya untuk membeli barang atau memenuhi kebutuhan jangka pendek. Sebagian tabungan sebaiknya dialokasikan sebagai dana darurat.

Dana ini dapat digunakan ketika terjadi kondisi tidak terduga seperti kehilangan pekerjaan, kebutuhan keluarga mendadak, perbaikan kendaraan, atau pengeluaran penting lainnya.

Idealnya, dana darurat dibangun secara bertahap sesuai kemampuan. Jangan sampai mengejar target dana darurat justru membuat kebutuhan sehari-hari terganggu.

6. Jangan Hanya Mengandalkan Satu Sumber Penghasilan

Selain menghemat, strategi lain yang tak kalah penting adalah meningkatkan pemasukan.

Jika pekerjaan utama masih menyisakan waktu, pertimbangkan mencari sumber income tambahan yang sesuai dengan kemampuan.

Pilihannya cukup beragam, mulai dari freelance, menjadi reseller, menjual produk makanan, jasa desain, menulis, mengajar, hingga pekerjaan berbasis digital.

Tidak perlu langsung mengejar penghasilan tambahan dalam jumlah besar. Mulailah dari sesuatu yang realistis dan bisa dilakukan secara konsisten.

7. Manfaatkan Skill yang Sudah Dimiliki

Salah satu cara paling praktis mendapatkan income tambahan adalah menjual keterampilan yang sudah dimiliki.

Orang yang memiliki kemampuan desain bisa menawarkan jasa pembuatan konten atau desain grafis.

Mereka yang mahir menulis dapat mengambil pekerjaan sebagai penulis lepas. Sementara orang yang memiliki kemampuan mengajar dapat membuka les privat atau kelas online.

Dengan memanfaatkan skill yang sudah ada, biaya untuk memulai usaha sampingan biasanya bisa ditekan.

8. Jangan Mudah Tergiur “Passive Income” Instan

Di tengah maraknya berbagai tawaran menghasilkan uang secara online, masyarakat perlu berhati-hati.

Tawaran investasi atau bisnis yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat patut dipertanyakan.

Jangan menyerahkan uang hanya karena tergiur klaim penghasilan cepat tanpa memahami cara kerja dan risikonya.

Sebelum menempatkan uang pada produk investasi maupun bisnis tertentu, pastikan legalitas, mekanisme, biaya, serta risikonya sudah dipahami.

9. Gunakan Sistem Otomatis untuk Menabung

Jika sering lupa menabung, manfaatkan fitur transfer otomatis dari rekening utama ke rekening tabungan.

Dengan sistem ini, uang untuk tabungan langsung dipisahkan setiap kali menerima penghasilan. Cara tersebut membuat seseorang tidak terlalu bergantung pada disiplin atau kemauan yang bisa berubah-ubah.

Pisahkan pula rekening tabungan dari rekening yang biasa digunakan untuk transaksi harian agar uang yang sudah disisihkan tidak mudah terpakai.

10. Fokus pada Konsistensi, Bukan Gaya Hidup

Kondisi ekonomi yang sulit tidak selalu harus dihadapi dengan memangkas seluruh kesenangan. Yang lebih penting adalah membangun keseimbangan.

Tetap sisihkan anggaran untuk hiburan atau kebutuhan pribadi, tetapi pastikan jumlahnya sesuai kemampuan. Jangan memaksakan gaya hidup hanya demi mengikuti tren atau membandingkan kondisi finansial dengan orang lain.

Pada akhirnya, tujuan mengatur keuangan bukan sekadar memiliki banyak uang, tetapi memiliki kendali terhadap uang yang dimiliki.

Saving Money dan Increasing Income Harus Berjalan Bersama

Menghemat pengeluaran memang penting, tetapi kemampuan berhemat memiliki batas. Ada titik ketika pengeluaran sudah sulit dipangkas lebih jauh.

Karena itu, strategi finansial yang lebih berkelanjutan adalah menggabungkan dua pendekatan: mengontrol pengeluaran dan meningkatkan penghasilan.

Mulailah dengan langkah sederhana. Catat pengeluaran, kurangi pembelian impulsif, sisihkan uang secara rutin, bangun dana darurat, kemudian perlahan cari peluang income tambahan.

Tidak harus langsung sempurna. Dalam kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, kebiasaan finansial yang konsisten justru dapat menjadi fondasi penting untuk menjaga keamanan keuangan dalam jangka panjang.

Bagikan informasi ini: