17 August 2026
LiputanJatim Logo

Laili Abidah Dorong Gaya Hidup Ekologi, Tekan Dampak Kenaikan Harga Plastik

A
Abdullah AT 11 April 2026, 16:00 WIB
1 Pembaca
Laili Abidah Dorong Gaya Hidup Ekologi, Tekan Dampak Kenaikan Harga Plastik



Liputanjatim.com – Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur, Laili Abidah, mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup ekologi sebagai langkah nyata menjaga kesehatan sekaligus kelestarian lingkungan.


Ajakan tersebut disampaikan menyusul lonjakan harga plastik yang dipicu oleh dampak konflik global yang terus memanas. Menurut Laili, di tengah kondisi tersebut, masyarakat tidak hanya menunggu langkah pemerintah, tetapi juga perlu beradaptasi melalui perubahan pola hidup yang lebih ramah lingkungan.


Ia menilai, langkah sederhana dapat menjadi awal perubahan, seperti membawa tas belanja sendiri, menggunakan tumbler untuk minuman isi ulang, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.


Pasalnya, menekan ketergantungan pada plastik tidak hanya berdampak pada keberlanjutan lingkungan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kualitas kesehatan masyarakat. Pola hidup yang menjaga keseimbangan ekosistem diyakini mampu mengurangi berbagai risiko penyakit akibat pencemaran dan kerusakan lingkungan.


“Kesadaran untuk menjaga lingkungan harus dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai," kata Laili Abidah.


Ia menegaskan, ajakan tersebut bukan semata-mata karena momentum kenaikan harga plastik. Menurutnya, PKB telah lama mengampanyekan gaya hidup ekologi, termasuk dalam berbagai agenda partai, salah satunya saat Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB pada Desember 2025 lalu.


"Kita bukan hanya saat ini mengajak masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat. Sudah lama kita berkomitmen menjaga keseimbangan alam dan lingkungan," ujarnya.


Laili menambahkan, perubahan gaya hidup perlu dilakukan secara bersama-sama agar memberikan dampak yang lebih luas. Peran rumah tangga dinilai sangat penting karena menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar, terutama sampah plastik yang mencemari lingkungan.


"Jika penurunan penggunaan plastik sekali pakai bisa dimulai dari rumah tangga, saya yakin naiknya harga plastik tidak menjadi permasalahan berarti, dan penumpukan sampah akan lebih berkurang," pungkasnya.

A
Abdullah AT

Jurnalis dan Kontributor Berita LiputanJatim.com