KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Bencana 18 Feb 2026, 09:22 WIB

Hujan Angin Terjang Situbondo, Rumah Warga Sumberwaru Roboh Total

Liputanjatim.com - Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Situbondo menyebabkan sebuah rumah milik warga roboh total pada Selasa pagi (17/2/20...

P

Pamela

Jurnalis LiputanJatim

1 Pembaca
Hujan Angin Terjang Situbondo, Rumah Warga Sumberwaru Roboh Total

Liputanjatim.com - Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Situbondo menyebabkan sebuah rumah milik warga roboh total pada Selasa pagi (17/2/2026).

Peristiwa tersebut menimpa kediaman Sudarsono (57), warga Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, setelah wilayah itu di guyur hujan deras sejak dini hari.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono, menjelaskan bahwa intensitas hujan tinggi mulai turun sekitar pukul 02.00 WIB dan berlangsung cukup lama hingga pagi.

Kondisi tanah yang lembap serta terpaan angin kencang memperparah kondisi bangunan yang sudah lapuk.

Menurutnya, sekitar pukul 07.30 WIB Sudarsono masih berada di dalam rumah ketika terdengar suara keras menyerupai kayu patah.

Menyadari ada tanda bahaya, ia segera keluar untuk menyelamatkan diri. Tak lama berselang, bangunan rumah yang terbuat dari material kayu itu roboh seluruhnya.

“Sekitar pukul 07.30 WIB, pemilik rumah sedang berada di dalam rumah. Tiba-tiba terdengar suara seperti kayu patah. Korban kemudian bergegas keluar untuk menyelamatkan diri, dan tak lama kemudian rumah tersebut roboh total,” ungkap Puriyono.

Ia menambahkan, konstruksi rumah yang didominasi bahan kayu memang sudah cukup rapuh sehingga tidak mampu menahan terpaan angin kencang. Faktor usia bangunan serta kondisi rangka yang mulai keropos turut mempercepat kerusakan.

“Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” jelasnya.

Baca juga: Longsor Lereng Argopuro, Dua Rumah Warga Situbondo Terdampak

Meski tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun seluruh bagian rumah mengalami kerusakan berat dengan ukuran bangunan sekitar 12 meter panjang, 6 meter lebar, dan tinggi 4 meter.

Menurutnya, kisaran kerugian material hingga mencapai Rp15 juta.

Saat ini petugas BPBD bersama aparat desa setempat telah melakukan pendataan dan kaji cepat di lokasi kejadian. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar penyaluran bantuan logistik serta kebutuhan darurat bagi korban.

“Saat ini kami sedang melakukan kajian kebutuhan pascabencana. Selanjutnya, bantuan logistik dan kebutuhan lainnya akan segera kami salurkan," jelasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan angin kencang, untuk rutin memeriksa kondisi bangunan rumah.

Pemerintah daerah juga mengimbau warga segera melaporkan jika menemukan kerusakan struktur rumah yang berpotensi membahayakan, terutama saat musim hujan dengan cuaca ekstrem seperti saat ini.

Bagikan informasi ini: