Diduga Sakit Hati, Pria di Sampang Aniaya Kakek 60 Tahun dengan Celurit
SAMPANG, Liputanjatim.com - Seorang kakek berusia 60 tahun di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengala...
Haris
Jurnalis LiputanJatim
SAMPANG, Liputanjatim.com - Seorang kakek berusia 60 tahun di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami penganiayaan yang diduga dipicu rasa sakit hati pelaku.
Pelaku diduga tidak terima mengetahui korban menjalin hubungan dengan ibu kandungnya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala dan tangan.
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, penganiayaan itu dilakukan oleh HR (51), warga Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, terhadap korban berinisial S (60), warga Kecamatan Ketapang.
Peristiwa tersebut bermula ketika pelaku dan korban tidak sengaja berpapasan saat mengendarai sepeda motor di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates.
Saat melihat korban melintas menggunakan motor, HR kemudian menabrak kendaraan milik korban. Kejadian itu memicu cekcok hingga keduanya terlibat perkelahian.
"Di situlah terjadi cekcok dan keduanya berkelahi. Namun, saat kejadian itu, keduanya berhasil dilerai," ujar AKP Eko Puji Waluyo, Sabtu (25/7/2026).
Setelah kejadian tersebut, HR yang masih merasa kesal kemudian mendatangi rumah sepupunya berinisial H (44), yang lokasinya tidak jauh dari rumah pelaku.
Kepada H, pelaku menceritakan perkelahian yang sebelumnya terjadi dengan korban. Mendengar cerita tersebut, H kemudian ikut tersulut emosi.
Keduanya lalu mengambil sebilah celurit dan berangkat mencari korban. Mereka mendatangi rumah istri korban, namun tidak menemukan S di lokasi tersebut.
"Lalu keduanya terus mencari korban dan bertemu di sebuah bengkel di Desa Masaran saat korban sedang memperbaiki motor," imbuhnya.
Saat bertemu di bengkel, pelaku langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam. Korban sempat melakukan perlawanan, namun tenaga dua pelaku yang lebih muda membuat korban tidak mampu mengimbangi.
Akibat serangan tersebut, korban terjatuh dan mengalami luka di bagian belakang kepala serta tangan sebelah kanan. Korban kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan.
"Lalu korban melapor ke polisi dan dua pelaku kami tangkap," jelas AKP Eko.
Dari hasil pemeriksaan sementara, aksi penganiayaan tersebut diduga dilakukan karena pelaku merasa sakit hati terhadap korban. Pelaku menduga korban memiliki hubungan asmara dengan ibu kandungnya.
"Hasil pemeriksaan sementara seperti itu, namun kami masih dalami adanya kemungkinan motif lain," pungkasnya.
Saat ini, dua pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berita Terkait
Kriminal