KILAS JATIM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur Percepat Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Antar Wilayah Lintas Selatan.

LiputanJatim.com
Kriminal 29 Jan 2026, 20:28 WIB

Diduga Cemburu karena Perselingkuhan, Mahasiswi di Surabaya Tusuk Kekasih

Liputanjatim.com - Kasus penusukan yang melibatkan sepasang kekasih di kawasan Ketintang, Surabaya, masih terus didalami pihak kepolisian. Seorang mahasiswi be...

H

hani

Jurnalis LiputanJatim

1 Pembaca
Diduga Cemburu karena Perselingkuhan, Mahasiswi di Surabaya Tusuk Kekasih

Liputanjatim.com - Kasus penusukan yang melibatkan sepasang kekasih di kawasan Ketintang, Surabaya, masih terus didalami pihak kepolisian. Seorang mahasiswi berinisial A (21) diduga nekat melukai kekasihnya, Z (21), lantaran dipicu persoalan perselingkuhan.

Kapolsek Gayungan AKP Edo Damara Yudha mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat terduga pelaku mendatangi korban untuk menjenguk karena korban mengaku sedang tidak enak badan. Namun, setibanya di lokasi, korban tidak berada di tempat sehingga pelaku menunggu hingga korban pulang.

Setelah korban kembali, pelaku langsung menanyakan keberadaan korban. Dari percakapan yang diketahui melalui pesan singkat di ponsel korban, terungkap bahwa korban mengaku telah berjalan dengan wanita lain.

"Saat itu ketahuan lewat chat di ponsel korban dan korban mengaku sudah berjalan dengan wanita lain," kata Edo, Kamis (29/1/2026).

Edo menjelaskan, baik korban maupun pelaku sama-sama berstatus mahasiswa. Selain itu, korban juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai penjaga kos.

"Korban itu jaga kosan. Iya kerja jaga kos, berantem di teras kos," ujarnya.

Kepada polisi, pelaku mengaku sebelum kejadian sempat berbelanja kebutuhan kos bersama temannya. Termasuk membeli pisau yang kemudian digunakan untuk melukai korban.

"Sebelum datang, dia sempat belanja sama temannya untuk pindah kos. Iya itu (pisaunya) dibeli untuk keperluan kos, karena pelaku baru pindah kosan di Gubeng," imbuhnya.

Pasca kejadian, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri asal senjata tajam yang digunakan serta menunggu kedatangan keluarga korban dan pelaku.

"Karena keluarga korban akan terbang dari Banjarmasin. korban masih di RS sampai betul-betul sehat, kondisi dari awal sadar, (teman pelaku yang ikut datang) jadi saksi," tuturnya.

Lebih lanjut, Edo menegaskan hubungan antara korban dan pelaku telah terjalin cukup lama.

"Mereka putus nyambung. Kurang lebih 1,5 tahun," tutupnya.

Bagikan informasi ini: