Liputanjatim.com – Pusat Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung memprediksi Puncak erupsi Gunung Raung, Jawa Timur. Gunung Raung yang terletak di dua derah yaitu Bondowoso dan Banyuwangi itu mulai erupsi dengan mengeluarkan magmanya pada Minggu,(23/1/21).
Petugas PPGA Raung Burhan Alethea menjelaskan, Gunung Raung akan berada di puncak erupsi jika telah mengeluarkan gemuruh seperti suara raungan.
“Biasanya Gunung Raung kalau ada di puncak (erupsi) akan mengeluarkan suara raungannya. Nanti akan bergemuruh. Tapi sampai saat ini belum,” ujarnya dilansir dari detikcom, Senin (25/1/21).
(Baca Juga: https://www.liputanjatim.com/jatim-genjot-pembangunan-infrastruktur-penunjang-kendaraan-listrik/)
Dari pengamatan PPGA Raung, Gunung Raung saat ini telah mengeluarkan magma dengan asap putih yang merupakan awal erupsi. “Ini masih awal datanya masih di bawah. Masih jauh di tahun 2015,” jelasnya.
Pihaknya juga mengatakan, jika erupsi pada tahun ini masih belum bisa dipastikan akan sama dengan letusan pada tahun 2015 lalu. Sebab ini baru awal dari proses erupsi Gunung Raung.
“Kalau ke arah sana belum Pak, masih belum menyamai. Ini masih awal kita masih melakukan pemantauan. Energi dari awal apakah sama atau tidak kita belum bisa mengetahui. Kalau saat ini kan masih 12 sampai 13 mm kalau 2015 lalu itu sampai overskale hingga 30 mm,” tambahnya.
Kendati demikian, erupsi yang terjadi pada tahun 2015 tidak sampai berdampak bencana bagi warga sekitar. Namun pihaknya menghimbau masyarakat untuk menjaga jarak aman sejauh 2 kilometer.
“Jarak aman bagi masyarakat adalah 2 kilometer dari puncak gunung. Kami imbau masyarakat tidak beraktivitas di sana,” pungkasnya.
Dari data pengamatan PPGA Raung tertulis selama 6 jam, Gunung Raung terpantau jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 300-500 m di atas puncak kawah. Asap mengarah ke timur dan teramati cahaya api dari CCTV.
Untuk kegempaan, gempa embusan terjadi 56 kali dengan amplitudo 1-17 mm serta durasi 30-95 detik. Gempa tremor non-harmonik terpantau 56 dengan amplitudo 2-12 mm dan durasi 113-232 detik. Tektonik jauh terjadi 2 kali dengan amplitudo 8-9 mm, S-P 13-28 detik dan durasi 41-78 detik.[My]
[…] (Baca Juga: https://www.liputanjatim.com/ppga-raung-prediksi-puncak-erupsi-gunung-raung/) […]