Ketua Komisi E DPRD Jatim Apresiasi Penurunan Tren Covid-19 di Jawa Timur

Liputanjatim.com – Capaian Provinsi Jawa Timur dalam penanggulangan Pandemi Covid-19 mendapat apresiasi dari Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Reny Pramana.

Wara menyebut, penurunan tren Covid-19 msrupakan salah satu efek dari penerapan PPKM Jawa-Bali selama beberapa bulan terakhir. Menurutnya kebijakan pemerintah dalam menerapkan PPKN tersebut dinilai efektif karena faktanya, di lapangan penyebaran virus Covid-19 turun signifikan.

“Ini luar biasa dan harus diapresiasi. Awalnya kita nggak ngeh ternyata efektif dan tidak membuat kegaduhan juga. Coba seperti negara-negara lain langsung lock down satu bulan pasti akan bergejolak,” ujar Wara yang juga kakak Seketaris Kabinet Pramono Anung dikonfirmasi, Kamis (16/9/2021).

Kendati demikian penurunan penyebaran virus asal Wuhan Tiongkok ini tidak menjadikan masyarakat dan semua pihak lengah terhadap bahayanya penyebaran Covid-19. Ia meminta semua pihak tetap menjaga mobilitas kegiatannya. Hal tersebut demi menghindari gelombang susulan penyebaran Covid-19 terjadi lagi.

“Maka, saya meminta kepada Dinas Kesehatan dan seluruh satgas Covid -19 di Jawa Timur untuk selalu berhati-hati dan tetap waspada munculnya virus dari luar harus tetap,” kata politikus dari PDI Perjuangan ini.

Seperti diketahui, tren Covid-19 di Provinsi Jawa Timur mengalami penurunan. Menurut data dari Kominfo Jatim, pertanggal 15 September 2021, sebanyak 37 kabuaten/kota di Jatim sudah berada di zona kuning artinya rendah resiko penyebaran Covid-19.

Saat ini daerah dengan zona kuning di Jatim sudah mencapai 97,37%. Sementara sesuai status zonasi peta resiko Covid-19 yang juga dapat diakses di https://covid19.go.id/peta-risiko, masih ada 1 daerah yaitu kota Blitar atau 2,63% berada pada zona orange (resiko sedang).

Atas pencapaian ini, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh pihak. Pencapaian Melandainya virus Covid-19 tidak luput dari peranan semua lapisan masyarakat.

“Alhamdulillah, 97,37% daerah di Jatim dinyatakan oleh Satgas Covid-19 Nasional masuk resiko rendah (zona kuning). Terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah bekerja keras, bersinergi dan berjuang bersama mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim,” kata Khofifah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here