Keren, Gus Halim Bangun Desa Wisata Melalui E Commerce

Liputanjatim.com – Pergeseran dunia ke digitalisasi nampaknya dipikirkan matang oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar. Khususnya keterlibatan kaum millenial dalam pembangunan digitalisasi tersebut.

Dalam wawancaranya setelah acara MileNUal  Summit 2022 yang di gelar oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur di Gedung PWNU Jatim, Gus Halim mengatakan pembangunan desa melalui pemanfaatan teknologi sangat penting dilakukan.

Didunia yang serba digital, harus ada percepatan peralihan. Khusunya dalam hal promosi desa wisata maupun prodak Bandan Usaha milik desa (BUMDes) kepada masyarakat. Sebab itu, Kementrian Desa PDTT akan melayangkan e-Commerce atau market place yang didalamnya berisi tentang desa wisata atau produk BUMDes.

“Seperti Shoppe lah, namun produk yang kita suguhkan didalamnya adalah produk milik desa. Ini untuk pemulihan ekonomi nasional level desa, yang kita sebut dengan desa wisata maupun BUMDesa yang hari ini betul-betul sudah memiliki kekuatan legal standing karena dinyatakan sebagai badan hukum,” kata Gus Halim.

Gus Halim yang juga Ketua DPW PKB Jatim ini menuturkan, platform yang ia ciptakan ini diberi nama Wisata Desa Nusantara. Dimana dilamnya sudah ada sekurangnya 500 desa.

“Tiap hari terus terupdate, karena tiap hari semakin banyak juga, sekaligus kita bikinkan lomba promosi desa wisata yang kita umumkan setiap bulan peringkatnya,”  tuturnya.

Hal tersebut Gus Halim katakan, tidak lain untuk percepatan perekonomian Indonesia yang dimulai dari akar rumpun tentunya dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Ini dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi nasional di tingkat desa. Yang hari ini dari berbagai penelitian survei, wisata hari ini yang paling diminati oleh warga itu wisata yang dekat, nah wisata yang dekat itu desa wisata,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap semua pihak dapat memberikan suport dengan mengupgrade diri mengikuti perkembangan teknologi.

“Kunci semua itu adalah kesiapan desa dengan mengikuti perkembangan teknologi utamanya teknologi informasi. Di situlah makanya para millenial sekarang ini terus kita garap dengan melibatkan mereka semaksimal mungkin,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here