Liputanjatim.com – Sejak dibuka 11 November lalu, formasi guru matematika menempati urutan tertinggi atau mendominasi jumlah pendaftaran seleksi CPNS tahun 2019 di Kota Madiun.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Madiun Haris Rahmanudin.
“Dari proses verifikasi yang saat ini masih berlangsung, jumlah pendaftar formasi guru matematika tercatat paling banyak, yakni mencapai 1.127 pelamar atau 25 persen dari total 4.426 pendaftar keseluruhan,” kata Haris kepada wartawan, Sabtu (30/11/2019).
Data ini, menurut Haris, berbanding terbalik dengan tiga formasi yang hingga pendaftaran ditutup tanggal 26 November lalu, tiga formasi tersebut masih kosong. Ketiga formasi tersebut adalah formasi guru kelas, analisis kepegawaian RSU, dan pranata komputer.
Sementara untuk guru matematika hanya tersedia enam formasi namun pendaftarnya mencapai 1.127 pendaftar pada seleksi CPNS ini.
Padahal, merujuk pada Permen PAN-RB Nomor 23 Tahun 2019, kekosongan tersebut otomatis bisa diisi oleh formasi umum.
Sama seperti tahun sebelumnya, lanjut Haris, kekosongan formasi disabilitas tersebut juga terjadi pada proses seleksi CPNS 2018.
Berkenaan dengan berkas pendaftar, Haris menjelaskan sejauh dari total 4.426, 2.490 berkas telah terverifikasi. Adapun sejumlah 1.936 sisanya harus selesai selambatnya 10 hari ke depan.
Dari 2.490 berkas, sementara sebanyak 2.158 telah dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan 332 tidak memenuhi syarat (TMS).
“Proses verifikasi terus berjalan. Untuk yang TMS, disebabkan karena jurusan tidak sesuai dengan formasi, seperti berkas yang tidak terbaca dan lainnya,” tandasnya.
Seperti diketahui, Pemkot Madiun membuka 164 formasi CPNS 2019 sesuai kouta dari pemerintah pusat. Rincian formasi tersebut antara lain, 67 formasi tenaga pendidik, 50 formasi tenaga kesehatan, dan 47 tenaga tekhnis.